Bab 21.

1005 Words

Alexander memegang sudut bibirnya yang tipis sedikit sobek karena pukulan dari Ramos, Alexander menatap Ramos dengan tatapan tajam dan langsung melayangkan satu pukulan tepat di wajah Ramos. Ramos tersungkur karena mendapatkan pukulan telak di wajahnya, Alexander meludah karena merasakan amis darah di mulutnya. "Kau, sudah berani memakai tangan kotormu untuk memukulku. Ini tidak akan berakhir dengan hanya satu pukulan." Alexander berucap dengan nada dingin. "Ini karena kakak mengatakan Mama sebagai wanita malam! Mama bukan wanita seperti itu, dia wanita baik kakak yang selama ini buta dengan prasangka kakak sendiri." balas Ramos. Ramos tahu resiko Mamanya menjadi istri kedua, tapi Ramos sama sekali tidak terima sang Mama dibilang wanita malam. "Ckk.., baik? Kau putranya wajar membela M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD