Kerjasama

560 Words
Sabtu, pukul 13.25 Sudah hampir setengah jam Fajar memandangi d**a mayat yang berlubang karena kehilangan jantung itu. Dokter spesialis jantung lulusan University of Freiburg, Jerman ini menggelengkan kepalanya entah sudah berapa kali. Dia merasa heran karena pertama, bagaimana mungkin di Balikpapan, sebuah kota di Indonesia yang diklaim aman untuk dihuni itu, ternyata memiliki seorang psikopat yang tak terbayangkan teganya. Kedua, bagaimana mungkin ada seorang pembunuh yang bisa menghabisi nyawa korbannya dengan amat rapi. Dia ingat, waktu di Jerman dulu, kasus yang hampir mirip juga pernah terjadi. Bedanya terletak pada pengambilan organ tubuh yaitu ginjal. Lagipula pelaku melakukannya secara sembrono, meninggalkan bekas-bekas penganiayaan dan sidik jari. Namun mayat di hadapannya ini benar-benar tak masuk logikanya. Selain kerapian dalam memotong arteri jantung, pelaku juga sama sekali tidak meninggalkan bekas penganiayaan dan sidik jari. Setelah diteliti di laboratorium pun tidak juga ada tanda-tanda korban diracuni. Langsung terbetik di pikirannya, bagaimana cara dia membunuhnya? "Sangat cerdas dan tentu saja licik," gumamnya kepada seorang perawat yang kebetulan berada di dekatnya. "Jadi apa yang harus kita lakukan, Dok?" tanya perawat berambut ikal itu sambil membetul-betulkan posisi kain penutup mayat. "Mayat ini masih harus diselidiki, Hen!" "Bukankah kita sudah memeriksanya di lab, Dok, dan hasilnya nihil." Fajar mengangkat bahu. "Entahlah. Sebersih apa pun mayat ini tetap harus diselidiki. Kita tetap harus mencari indikasi kematiannya demi menjaga keamanan kota. Kau tahu itu, 'kan?" Perawat bernama Heni itu mengangguk. "Jika dibiarkan pembunuh seperti ini akan teramat meresahkan warga Balikpapan, terutama warga Kampung Baru. Sejujurnya aku jadi takut keluar malam karena kejadian ini, Dok." Dokter berusia tiga puluh tahun itu sedikit tertawa. "Kurasa pembunuhnya juga takkan membunuhmu, Hen." Heni mengernyit. "Mungkin karena aku terlalu can-" Fajar langsung memotong. "Kamu terlalu percaya diri. Jantungmu tidaklah lebih baik di mata pembunuh itu." "Aku sehat-sehat saja, Dok, dan tak memiliki riwayat terserang penyakit jantung. Lagi pula, aku bisa mendengar detak demi detaknya yang normal itu." Fajar terkekeh. "Untuk sekarang memang jantungmu normal. Aku belajar ilmu mengenai jantung di Jerman lebih dari sembilan tahun. Dan menurut apa yang kupelajari, kamu berpotensi terkena serangan jantung, Hen." Heni bergidik. "Bagaimana Anda bisa mengetahui hal itu, Dok? Tolong jelaskan agar malam ini tidurku nyenyak!" "Itu semua karena ... " Tiba-tiba datanglah seseorang yang secara tidak langsung mengakhiri pembicaraan mereka. Langkahnya cepat dan terburu-buru seperti takut dikejar anjing. Napasnya berpacu secepat darah yang dipompa. "Hei, Dokter!" sapa Dani. "Andakah dokter spesialis jantung di rumah sakit umum ini?" Fajar mengangguk. "Siapa yang memberitahu Anda? Dan yang paling penting siapa Anda?" Dani tertawa kecil dan mendesah. "Apa? Benarkah Anda tidak tahu siapa saya?" Dahi Fajar mengerut. "Saya belum pernah melihat Anda sebelumnya. Apakah Anda dari anggota kepolisian?" Dani tertawa lagi. "Rupanya masih ada, ya, yang tidak mengenalku di Balikpapan yang sempit ini. Kepiawaianku dalam menyelesaikan kasus-kasus kriminal rupanya tak lantas membuatku dikenal semua orang. Ironisnya malah dokter spesialis yang menganggapku asing, padahal hampir di setiap kasus aku selalu berhubungan dengan mereka." Sombong sekali orang ini. Dia pikir siapa dia? Fajar berkata dalam hati. "Maaf, Saudara, saya dokter spesialis baru di sini, jadi maklum kalau saya tidak mengenal Anda." "Oh, orang baru rupanya! Pantas!" Dani menanggapi dan kemudian menjulurkan tangan. "Baiklah kalau begitu, perkenalkan, saya Dani, detektif kepercayaan seluruh pihak kepolisian di Balikpapan. Sudikah bekerja sama denganku menyelesaikan perkara mayat yang rumit ini?" Fajar menjabat tangannya meski dengan perasaan terpaksa karena jengkel melihat sifatnya yang congkak bukan main itu. "Ok, setuju!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD