Davka keluar dari jipnya yang sudah diberhentikan tidak jauh dari gudang pembekuan ikan tempat yang pernah menyekap Irma. Dia diam-diam kemari sendirian ingin mencaritahu apakah gadisnya benar meninggal atau masih hidup.
Yang diharapkan masih hidup, jadi bisa disembunyikan di satu tempat. Dia pun berharap janin di dalam rahim si nona pun masih hidup karena selama tiga tahun menikah dengan Iryana, dia tidak inginkan anak dari perempuan itu. Lantas juga Iryana sibuk bekerja di Nusa Media Company.
Saat mengetahui Irma mengandung benihnya, dia bahagia sekaligus dibelit penyesalan. Dia mendapat keturunan dari perempuan yang dicintanya, tapi dia pun mencelakai perempuan itu dengan membiarkan Iryana menyakiti sang nona.
Kini kedua matanya melihat di sekitar gudang diberi Police Line, lantas tampak banyak kuli membangun pintu dan dinding gudang yang terkena hantaman Wrecking Ball Truck yang dikemudikan Bisma.
“Aneh,” dia merasa semua yang dilihatnya aneh, “Mengapa ada kuli membangun sebagian gudang dalam garis Police Line?” dia mencoba menganalisa apa yang dilihatnya, “Masa sih Yana menyuruh orang merusak bangunan agar mengeluarkan Irma yang meninggal?” terbersit bangunan yang tengah dibangun karena dirusak orang-orang suruhan Iryana, “Tapi kalau Yana yang melakukan, mengapa ada Police Line?”
Davka memang tidak tahu kejadian penyelamatan Irma yang heroik tersebut, karena tengah mengurung diri agar menenangkan hatinya yang miris menyaksikan apa yang mengenai Irma.
Dalam aksi penyelamatan, pihak Iryana mengalami luka tembak serius, lantas Bisma menjebol pintu gudang dengn Wrecking Ball Truck membuat dinding di sekitar pintu pun hancur. Karena semua itu, Jenderal Dasman segera memerintahkan Mayjen Ardisuma untuk memasang Police Line di sekeliling gudang.
Lantas Bisma menyuruh Vian mendatangkan kuli dan mandor dari unit bisnisnya di bidang kontruksi bangunan untuk membangun kembali pintu dan dinding yang rusak. Bahkan pria ini pun mengganti alat pembeku yang juga hancur akibat terkena guncangan saat dia menjebol pintu dengan Wrecking Ball Truck.
Inilah seorang Bisma cucu tertua dari Theodore Kertanegara. Dia sedari kecil dididik sang kakek menjadi pria yang pemberani, tangguh, dan bertanggungjawab. Aksi heroik menyelamatkan Irma adalah perbuatannya, maka tanpa segan dia bertanggungjawab memperbaiki kerusakan gudang.
Davka menghela napas karena tidak menemukan hasil analisa yang tepat, lantas melangkahkan kaki menuju ke salah satu tentara yang menjaga gudang saat ini yang sebagian besar dari timnya Bisma di BI Company.
Bisma lebih dari cucu billionaire pebisnis handal, tapi cucu militer. Theodore Kertanegara adalah Jenderal Militer Angkatan Darat di Jerman yang dihormati di Indonesia. Makanya Sandrina geram bukan main mengapa Darian bisa berhasil menyerang Viktor, padahal putra dari Marini tersebut punya tentara binaan Jenderal Deron salah satu Jenderal yang bekerja untuk Theodore.
Kembali ke Davka yang sampai ke hadapan salah satu Tentara yang bernama Smith, tampak nama itu dari tag name di seragam si tentara.
“Siang, Pak,” dia menyapa sang tentara dalam bahasa Inggris yang sudah diterjemahkan.
“Siang, Tuan,” sahut Smith dengan sopan, “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”
“Saya Mike, Pak,” Davka memperkenalkan nama palsu ke Smith, “Saya baru dari meninjau gudang barang perusahaan saya, lantas melihat Gudang Pembekuan ini dipagar Police Line, dan ada banyak kuli tengah membangun sesuatu di gudang ini,” ujarnya mengarang cerita yang masuk akal agar mudah mendapat informasi apa yang sebenarnya terjadi atas gudang, lantas dia pun bisa mengetahui keberadaan Irma.
“Baik Tuan,” sahut Smith paham cerita yang dikarang Davka, “Maaf Tuan, saya hanya mendengar ada yang menyekap seorang perempuan muda di dalam gudang ini,” diberitahu yang didengarnya saja dari sesama tentara yang bertugas.
“Ada yang menyekap perempuan muda di dalam gudang pembekuan ikan?” Davka pura-pura terperanjat, “Astaga! Tidak bermoral sangat yang menyekap perempuan itu,” ujarnya mengatakan pelaku tidak bermoral, ini rutukannya untuk Iryana.
“Tuan, di dunia ini sangat banyak alasan mengapa melakukan hal tidak bermoral,” Smith tersenyum, “Tapi yang saya dengar perempuan itu berhasil dikeluarkan dari gudang,” dia melanjutkan memberi informasi ke Davka mengenai apa yang terjadi atas gudang tersebut. “Setelah dikeluarkan, Polisi segera memasang Police Line sebagai tanda gudang dan sekitar wilayah tertutup bagi umum.”
Davka terkesiap mendengar cerita Smith, lantas, ‘Ada yang menyelamatkan Irma? Siapa?’
Sementara tanpa dia sadari terlihat oleh Bisma yang datang bersama Alensky dan Vian. Sang dokter hendak meninjau pengerjaan pembangunan tersebut. Dia pun sudah mengunjungi klinik rutan tempat orang-orang yang di upah Iryana diobatin. Sayangnya hanya satu yang tetap hidup, yang lain mengirim diri sendiri ke alam abadi.
Semua orang yang disuruh Darian atau Iryana melakukan tindakan keji seperti yang dilakukan ke Irma, jika tertangkap harus mengirim diri sendiri ke alam abadi, agar pihak berwajib tidak bisa melacak jejak perbuatan mereka.
Namun Bisma sudah menduga Iryana dalang kejadian yang akan mengirim Irma ke alam abadi, meski orang upahan si nyonya Davka yang masih hidup tersebut tidak tahu sama sekali siapa dalangnya. Orang itu hanya diminta untuk menjaga gudang agar proses pengiriman Irma ke alam abadi berjalan mulus.
Mengapa orang ini masih hidup? Karena Alensky cepat menotok organ geraknya sehingga tidak bisa menggigit l****nya untuk menyusul semua rekannya ke alam abadi. Lantas Alensky pun melihat orang ini takut ke alam abadi mengingat masih ada anak yang baru dilahirkan oleh istri keduanya. Sahabat Bisma ini boleh dikatakan bisa melihat apa yang tidak dilihat manusia biasa.
“Bi!” terdengar pelan suara Alensky di mana merentangkan tangan menghalangi Bisma yang terlihat ingin bergerak mendekati Davka, “Tidak sekarang,” ujarnya memandang sang dokter yang tampak kesal dilarang mendekati mantan kekasih gelap Irma. “Ingat pula, meski kita menjaga ketat gudang, masih ada penyusup yang mencaritahu apakah Irma masih hidup atau meninggal,” imbuhnya memberitahu Iryana atau Darian pasti mengirim orang untuk mengawasi gudang saat pengeksekusian atas Irma berlangsung untuk nantinya dilaporkan apakah sang nona berhasil ke alam abadi atau tidak.
Bisma mendengus mendengar ini, kalau saja Iryana bukan ibu kandung Dior putranya, ingin rasanya dia blender ke dalam mobil Molen karena beraninya melakukan eksekusi atas Irma dengan cara keji. Memangnya Iryana manusia suci yang harus melenyapkan Irma yang kotor dari dunia ini?
Iryana bukan manusia suci karena mengkhianati cinta Bisma, lantas mengakui Dior putra kandung Davka. Lantas selama ini, diam-diam Iryana sering melakukan aksi untuk mengirim Irma ke alam abadi, tapi berkat Tuhan, Irma selalu selamat dari maut. Tangan Tuhan itu adalah dia, Narnia, Alensky, Karto, dan Bik Asih.
“Ayo Bi,” terdengar kembali suara Alensky sambil memegang lengan sahabatnya, “Kita tunda dulu ke proyek itu,” ujarnya menyarankan agar mereka menunda meninjau proyek di gudang itu sampai Davka pergi, “Ayo Bisma Satria Emilio!” dia pun jadi menghardik sahabatnya ini yang tampak enggan mengikuti sarannya.
Kembali Bisma mendengus, lantas dengan terpaksa ikut Alensky dan Vian kembali ke jipnya yang terparkir tidak jauh dari jip Davka.
Sementara itu Davka sudah merasa cukup mendapat informasi mengenai kejadian di gudang, bergegas pergi. Dia tetap tidak sadar bahwa Bisma mengamatinya saat dia masuk ke dalam jip.
Di dalam jip dia menghembuskan napas, “Tuhanku,” terdengar suaranya, “Semoga Irma dan janinku masih hidup,” dia menghaturkan pengharapan, “Tapi jika tidak, izinkan hamba melihat jasat mereka, dan menguburkan layak. Lantas perlahan aku balas perbuatan Yana itu. Yana harus mendapat pembalasan dariku,”
***
Nusa Media Company didirikan dan dikelola oleh Viktor Kertanegara, pria keturunan Palembang, Jerman, yang adalah ayah kandung Irma. Sayangnya selama dua puluh delapan tahun menjadi milik Darian asisten Viktor.
Kini di ruangan Darian di perusahaan tersebut ada Iryana bersama pria itu, juga Sadaz kepala ajudan sang mantan asisten Viktor tersebut. Sadaz memberikan laporan bahwa Irma diselamatkan dari gudang itu, tapi tidak yang mengenal siapa penyelamat si nona, bahkan tidak ada yang tahu dibawa kemana sekarang gadis malang tersebut.
Iryana mendengar ini meraih cangkir minuman di depannya, lantas dilempar ke Sadaz dengan raut wajah penuh kemarahan.
“Bodoh!” tidak lama terdengar jerit kemarahannya, “Melenyapkan satu lalat itu saja tidak becus!” dimaki Sadaz yang diam saja kena lemparan cangkir yang membuat bajunya ternoda air kopi krimer.
Darian menghela napas, sudut hatinya merasa lega Irma selamat, tapi sudut lainnya berpikir siapa yang menyelamatkan putri adopsinya itu. Yang dia tahu, putrinya itu tidak punya banyak teman hebat seperti Iryana yang bisa menyelamatkan sang anak dari maut. Apa Davka yang melakukan itu? Tapi tidak mungkin, karena dia tahu menantunya itu tidak akan menyelamatkan Irma demi meraih impian mendapatkan Nusa Media Company.
“Papa,” terdengar lagi suara Iryana, di mana memandang sang ayah yang duduk di sebelahnya, “Papa harus melakukan sesuatu! Yana mau perempuan b**** itu lenyap dari dunia! Biar Davka tahu bahwa jangan pernah berani mengkhianati cinta Yana!”
Darian menghela napas mendengar ini. Satu sisi dia ingin Irma hilang dari kehidupan agar kelak tidak mengetahui perbuatan nistanya di masa lalu yang menewaskan orangtua anaknya itu. Sisi lain, dia yang membesarkan Irma tidak tega melakukan itu, apalagi selama ini putrinya sangat manis ke dia. Bahkan tulus menerima diperlakukan seperti pembantu.
“Papa!” kembali terdengar suara Iryana di mana mengoyang-goyangkan satu lengan sang ayah, “Papa jangan ragu melenyapkan Irma! Dia hanya anak adopsi yang tidak tahu diri dan b****!”
Darian tidak berkomentar karena sangat tahu siapa Irma. Irma anak yang tahu diri, berbakti, dan tidak b****. Davka lah yang membuat sang anak menjadi dinilai b****. Apa dia tega tetap ingin menyingkirkan putrinya itu? Kemarin saja saat mendengar Irma sudah di dalam frezeer raksasa itu, dia menangis pilu, meminta maaf ke sang anak. Hatinya sangat sakit harus melakukan semua itu. Bahkan Sinta sang istri juga menangis karena istrinya itu sangat sayang ke Irma.
Selama ini meski Sinta hanya ke Iryana, tapi perempuan itu selalu minta Darian memberikan kemewahan hidup untuk Irma. Bahkan diam-diam memberikan apa pun yang dibutuhkan Irma melalui Bik Asih.
“Baik,” kembali terdengar suara Iryana, “Kalau Papa keberatan anak j***** itu lenyap dari dunia,” dipandang sang ayah yang dia sangat tahu tidak tega melenyapkan Irma, “Yana akan melakukannya sendiri, dan harus berhasil!”
“Cukup Yana!” kini terdengar hardikan Darian, “Sudah cukup kamu menghukum Irma!” ujarnya memandang tegas putri tunggalnya yang egois dan kejam ini.
“Cukup kata Papa?” Iryana membalas pandang sang ayah dengan berani, “Tidak Pa, tidak. Terlalu enak bagi dia untuk tetap hidup di dunia ini setelah apa yang dilakukannya. Dia berzinah, Papa!”
Darian hendak menyembur si anak yang masih saja ingin menghabisi kehidupan Irma, tapi terdengar suara pintu depan ruangannya diketuk dari luar.
“Ya Talia?” dia segera bersuara karena tahu yang mengetuk pintu pasti Talia sekretarisnya, “Saya masih miting sama Yana!” serunya lagi memberitahu situasinya saat ini ke sang sekretaris.
“Tuan,” sayup terdengar suara Talia, “Maaf, ada Jenderal Fauzi dari Kepolisian,” diberitahu mengapa dia terpaksa mengetuk pintu si bos besar ini. “Tuan Jenderal minta bertemu Anda untuk kasus penting,” imbuhnya memberitahu alasan sang Jenderal minta dia mengetuk pintu ruangan sang atasan.
Darian terkaget mendengar ini, begitu juga dengan Iryana dan Sadaz. Mengapa ada seorang Jenderal dari Kepolisian kemari? Selama ini saat mereka menghukum seseorang yang dinilai kurangajar atau berlawan dengan mereka, tidak pernah ada Jenderal dari Kepolisian mendatangi Darian.