Flashback

1245 Words
Tiba tiba.. 'Bugh' Erina menendang 'masa depan' Billy dengan lututnya, Billy pun tersungkur ke lantai dan meringis kesakitan "Aw,, Sstt," Ringis Billy. Erina pun berdiri dan menyilangkan kedua tangannya di d*d* nya, dengan raut wajah kesal ia berkata "Aku hanya istri pura pura Tuan! Jadi, jangan macam macam!" Erina pun melangkah pergi kembali ke kamar mandi untuk menggunakan pakaiannya, sedangkan Billy masih meringis kesakitan karena tendangan Erina. "Ya Ampun! Dia benar benar mengerikan jika marah!" Gumam Billy **** Sore hari, Erina terlihat sedang duduk menghadap ke arah laut, Erina memikirkan apa yang harus ia lakukan setelah perjanjian ini berakhir, "Mungkin, Aku akan menemui Ibu Ariana terlebih dahulu, dan juga mengunjungi makam Ayah dan Ibu." Gumam Erina. Billy yang memperhatikan Erina dari kejauhan memutuskan untuk menghampirinya, "Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Billy sambil duduk disamping Erina. "Tidak ada!" Erina menatap ke arah Billy sambil tersenyum tipis. "Apa Tuan baik baik saja?" Tanya Erina pada Billy sesaat setelah ia memperhatikan Billy. Billy pun terlihat menahan malu, "Hmm, Aku baik baik saja!" "Maaf, untuk kejadian tadi! Aku hanya ingin melindungi diriku," Billy pun mengangguk pelan, "Tidak apa apa, Aku yang bersalah karena tiba tiba menyerangmu," Erina dan Billy kembali menatap ke arah lautan, Billy kembali bersuara "Bagaimana rencanamu setelah perjanjian ini berakhir?" Tanya Billy. "Emm, Entah lah! Mungkin, Aku akan berkunjung ke tempat dimana aku dibesarkan dulu, mencoba mencari pekerjaan, mencari pasangan, menikah, memiliki anak2 yang lucu dan bahagia selama nya." Jelas Erina panjang lebar. Billy terlihat tidak senang mendengar ucapan Erina, "Tidak! Kau tidak boleh melakukan hal itu!" Ucap Billy menatap tajam Erina. "A-apa? Hal itu apa?" Tanya Erina memiringkan kepalanya. "Mencari pasangan, menikah," Jawab Billy "Memangnya kenapa?" "Karena, Perjanjian itu akan berlaku lebih lama dari yang kau kira!" Erina pun membulatkan matanya sempurna, hingga ia berdiri dari duduknya, dengan raut wajah kesalnya ia pun berkata "Apa maksud Tuan? Apa Tuan ingin membuatku menderita selama hidupku?" Bentak Erina. Billy pun ikut berdiri dari duduknya, menatap ke arah Erina dan menjawab dengan lantang "Iya! Aku ingin kau selama nya bersama ku!" Billy pun melangkah pergi meninggalkan Erina dengan raut wajah kesalnya. "Ishh, Apa dia tidak punya hati?! Aku ini juga ingin menikmati hal hal membahagiakan seperti itu!!" Gumam Erina. **** Keesokan harinya, Billy dan Erina mulai menikmati liburan mereka di pulau jeju, diawali dengan pergi ke 'Jeju Glass Castle' Tempat wisata yang membutuhkan kurang lebih waktu 30 menit dari penginapan yang mereka tempati, 'Jeju Glass Castle' merupakan museum menakjubkan yang secara eksklusif menggunakan kaca. Taman yang menggunakan tema kaca yang telah dibuat pada tahun 2008. Museum ini mencerminkan kekayaan alam dan lingkungan yang bersih dari Jeju ke dalam kaca yang transparan dan bersih. Setelah puas menikmati 'Jeju Glass Castle' mereka pun berangkat menuju 'Aqua Planet Jeju', Tempat dimana ribuan ikan laut khas pulau ini hidup. Mereka saling bercanda dan tertawa, berfoto bersama, bahkan mereka saling menjahili satu sama lain, mereka terlihat sangat bahagia, layaknya pasangan pada umumnya, selesai menikmati perjalanan mereka hari ini, Billy memutuskan untuk mengajak Erina makan malam di salah satu restoran, Erina pun menyetujui ajakan Billy. Ketika mereka sedang menikmati makan malam, seseorang pun menghampiri mereka, dengan senyum di sudut bibirnya, ia menyapa mereka "Selamat malam semuanya?" Sapa Lisa Lisa terlihat menggandeng seorang pria dan menatap sinis ke arah mereka. Billy terlihat tidak menyukai kedatangan Lisa, "Untuk apa kau kemari?" Tanya Sinis Billy. Lisa kembali menyunggingkan senyum di sudut bibirnya, "Seharusnya, Aku yang menanyakan itu padamu! Bukankah kau sendiri tahu jika pulau ini adalah pulau favoritku, bahkan kau sendiri pernah mengatakan, jika kita menikah kita akan pergi bersama kesini? Huh, tidak aku sangka, kau akan membawa gadis lain ke tempat ini, Jangan bilang kau tidak bisa move on dari ku dan menganggap Erina itu adalah aku?" Selesai mengucapkan hal itu, Lisa pun melangkah pergi, meninggalkan Billy yang hanya diam terpaku. Erina menatap tajam ke arah Billy, "Apa itu benar Tuan?" Billy pun terlihat menundukkan pandangannya, sedangkan Erina hanya tersenyum tipis, entah kenapa hatinya, merasa sakit saat Lisa mengatakan hal itu, Namun Erina berusaha untuk menutupi nya. "Tidak apa jika itu memang benar, Lagipula aku hanya Istri dalam kontrak anda Tuan, jadi aku tidak memiliki hak apapun." Erina pun melangkah pergi menuju ke kamarnya, Setelah terdiam beberapa saat Billy pun melangkah menyusul Erina Tepat di depan kamar Billy menarik lengan Erina kasar hingga Erina meringis kesakitan. "Aww," Billy seketika melepaskan pegangannya, "Maaf, A-aku tidak sengaja!" Erina pun menatap sekilas Billy dan kembali melanjutkan langkahnya, "Erina!" Panggil Billy. Billy yang berhasil menyusul langkah Erina lebih dulu, mencoba untuk menjelaskan "Maaf, Aku tidak menyadari itu! Aku sama sekali tidak sadar jika dulu Aku dan Lisa memiliki impian seperti itu," "Tuan, tidak perlu minta maaf! Apalagi menjelaskan semuanya, karena Walau bagaimanapun, Aku tidak punya hak apapun, Sudah lah! Ini sudah malam, istirahat lah" Erina pun masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya, ia bersandar di balik pintu dan menjatuhkan dirinya, Erina pun tiba tiba menangis, Erina mencoba menahan tangisnya agar Billy tidak mendengarnya, ia langsung menghapus kasar air matanya. Billy yang berdiri di balik pintu, hanya menundukkan pandangannya, dengan raut wajah sedih ia pun melangkah menuju sofa dan menyandarkan tubuhnya di atas sofa tersebut. Billy memejamkan mata dan mengusap kasar wajahnya, Billy benar benar merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak menyadari tindakannya yang membuat Erina terluka. Di lain Sisi, Erina terlihat gelisah, ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan perkataan Lisa. "Apa apaan ini! Kenapa aku terus memikirkan nya? Sadar lah Erina!! Ini hanya pura pura! Jangan sampai hatimu terbawa!" Erina pun memegang d*d* sebelah kirinya, "Tapi, disini rasanya sangat sakit!" Erina pun kembali mencoba untuk tidur, Sementara itu, Billy masih melamun, menatap langit langit, kenangan masa lalu nya bersama Lisa berputar di otaknya, #Flashback Lisa dan Billy terlihat sangat bahagia bermain air di tepi pantai, mereka terlihat seperti pasangan yang paling serasi di dunia ini, "Jika menikah nanti, Aku ingin kita berbulan madu di pulau Jeju, Boleh kan?" Tanya Lisa "Tentu saja, kemana pun kau mau, Aku akan mengabulkannya," "Terima kasih," Lisa pun memeluk erat Billy, **** Namun, di suatu malam Billy ingin membuat kejutan untuk kekasih nya Lisa, ia membawa buket mawar merah, dan juga sebuah kotak berwarna merah berisikan cincin berlian bermata satu, Billy berniat untuk melamar Lisa, Karena tidak mendapati siapapun di rumahnya, Billy pun mencari Lisa di tempat kerja nya, Saat ia masuk ke ruangan Lisa, betapa terkejutnya Billy melihat Lisa yang tengah bermesraan dengan pria lain yang notabene atasan lisa. Seketika Buket bunga itu pun terjatuh, bersama dengan kotak tersebut, Bukan nya memaki atau memukul pria itu, Billy memilih untuk diam dan pergi. Lisa yang merasa syok dengan kedatangan Billy pun langsung mengejar Billy, ia meraih lengan Billy dan menarik nya "Billy, dengarkan aku! Aku bisa menjelaskan semuanya!" Billy menatap tajam ke arah Lisa "Aku tidak perlu penjelasan apapun! Semua sudah sangat jelas di hadapanku!" Billy melepas tangan Lisa kasar, dan kembali melanjutkan langkahnya, sedangkan lisa terus saja memanggil nama Billy. **** Kejadian itu membuat Billy menutup hati untuk siapapun, kedua orang tua Billy dan teman temannya mencoba untuk menjodohkan Billy dengan wanita lain, namun Billy tidak menyambutnya, ia hanya fokus bekerja, hingga beberapa tahun kemudian, orang tuanya memiliki 'ide gila', mereka memberi syarat yang cukup berat untuk Billy, jika Billy masih ingin menjalankan perusahaan keluarga, Billy diharuskan menikah dengan orang yang ia cintai, pertemuan Billy dengan kakak angkat Erina yaitu Kevin, mengantarkan Billy untuk bertemu dengan Erina. Awal hubungan mereka yang kaku dan dingin seperti es, perlahan mencair dan mulai hangat, dan itu membuat Billy nyaman dan terbiasa bersama Erina.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD