Author POV Arda tersenyum kala tatapannya bertemu dengan sepasang mata mamih Tifa, sebelum sepasang mata mamih Tifa melotot. Arda buru-buru merubah ekspresi wajahnya. Tak lagi menampakkan senyum, pria itu menggerakkan kepala turun untuk menyapa wanita yang masih syok, tampak begitu terkejut seperti baru saja melihat hantu. “Pagi, Mih … eh, Tante.” Arda berdehem. “Biar Arda bantu potong pisangnya.” Lalu Arda langsung memutar langkah dan berjalan cepat menuju tempat satu sisir pisang kepok berada. Siti Komariyah yang baru saja terkejut setengah mati mendapati Arda ada di rumahnya pagi buta itu, mengalihkan fokus mata pada sang suami yang masih berdiri tak jauh dari pintu masuk. Ekspresi wajah serta sorot matanya jelas memperlihatkan amarah. Ditatap oleh sang istri, Junaidi tersenyum lalu

