Tifa POV “Sebenarnya gimana sih hubungan lo sama bang Arda, Mbak?” Kugulir bola mata ke depan. Samudra menatapku sambil menyumpit mie lalu memasukkan ke dalam mulutnya. Makannya tidak rapi, hingga terlihat warna merah kuah mie ayam yang dicampur saos di sekitaran mulutnya. Kutatap Samudra yang mulutnya masih penuh. Adikku itu mengunyah bersemangat mie ayamnya. Kami berdua sedang berada di kedai mie ayam tak jauh dari rumah. Setelah perintah papih turun, aku tidak mungkin keluar rumah, dalam artian minggat. Hubunganku dengan mamih tentu saja masih buruk. Kami tidak bicara. Lebih memilih diam. Dan dari pada terasa canggung, aku lebih memilih berada di luar rumah. Tadi aku lembur di toko. Meskipun hanya bengong di toko karena tidak ada pekerjaan, sementara malas berada di rumah karena mam

