Berpisah

1200 Words

"Nanti mobilnya Mas gimana?" Rumaisa menunjuk ke depan dengan dagunya. "Kamu tenang aja, nanti biar orangku yang ambil. Gimana kalau kita ke Jakarta bareng, ajakin ibu sama Mbakmu juga." "Biar aku sama Mbak Ana yang bawa mobilnya Mas ke Jakarta kalau gitu. Sekalian mau liat pemandangan Semarang saat malam. Ibuk kan aslinya orang sana. Pasti kangen liat pemandangan di sana." "Apa? Memangnya kamu bisa?" Bagus sangat terkejut mendengarnya. "Bisa," balas Rumaisa dengan santai. Lalu ia duduk di bibir ranjang dan Bagus pun mengikutinya. Bagus masih memasang wajah heran. Ia kembali mendekat. "Memangnya kamu punya SIM? Belajar sama siapa nyetir mobil? Bukannya kamu baru aja 20 tahun?" "Kenapa memangnya kalau 20 tahun?" "Siapa yang kasih kamu belajar mengemudi?" tanya Bagus lagi. "Mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD