"Keren, Bos. Sekali hajar langsung kelar masalah. Makanya jangan lama-lama kalau pergi," protes Doni kala ia berjalan menyusuri lorong kantor bersama Bagus. Dengan gagahnya, pria tampan itu menanggapi, "Aku lagi ngejar berlian yang sempat terlepas. Makanya lama. Jangan protes mulu, kau! Kalau aku enggak ada, elu yang harusnya menyelesaikan masalah, nanti aku yang bakal naikin gaji kamu." Bagus menarik satu sudut bibirnya. "Serius, Bos? Oke deh, nanti kalau ada apa-apa, biar gua yang tangani." Doni tertawa penuh vangga merasa diberi kepercayaan. "Tapi aku enggak akan kasih keputusan apa pun sama elu. Cukup lu kasih pengertian sama mereka biar tungguin kehadiranku di sini." "Yah, brati sama aje, Bos! Kayak biasanya. Bukan kayak tangan kanan elu, Bos." "Brisik lu, Don! Udah ah, sana b

