"Aku capek, Mas." Rumaisa limbung di atas tempat tidur. Lalu Bagus kembali menggodanya. "Padahal belum apa-apa," balas Bagus dengan tertawa. Ia mengunci tubuh istrinya di atas ranjang itu. "Seharian ini kamu godain aku terus." "Baru dua jam kita bercanda, mana ada seharian?" protes Bagus. "Enggak enak didengerin yang lain. Apalagi orang tua kita. Ada di lantai bawah. Mereka pasti dengar." "Biarin aja. Lagian aku bercanda juga bukan sama wanita lain. Kan, sama istri sendiri." "Mas Bagus itu memang enggak bisa dikasih tau. Mau menang sendiri." Rumaisa ingin bangun, tetapi Bagus tak mengizinkan. "Ya maaf, habisnya aku masih kangen." Bagus mengangkat tubuh Rumaisa agar lebih naik lagi. Lalu meletakkan bantal pada kepala gadis itu. "Ya udah, istirahat sekarang. Aku capek, Mas. Da

