Bimbang

1217 Words

Bagus pun mengejar gadis yang berlari itu. Sambil tertawa, sebenarnya hal kecil seperti itu sudah sedikit mengobati rasa sakit hatinya. Kemudian, Bagus mendapatkan Rumaisa lagi. Mereka berjalan bersama lagi. Tepat saat azan Maghrib berkumandang, keduanya sudah berada di jalanan. Bagus terus mengajak istrinya itu mengobrol agar maksud hati Rumaisa tak ada waktu untuk berburuk sangka padanya lagi. "Sayang, mana tukang jualan pisang molen?" tanya Bagus sambil menoleh kanan kiri. Jarak rumah sudah semakin dekat, sampai saat ini mereka juga belum mendapatkan apa yang dipesan oleh Fatimah tadi. "Lurus aja. Deket rumah," balas Rumaisa dengan singkat. "Deket rumah? Memangnya di bagian mana? Kenapa enggak bilang dari tadi?" Rumaisa hanya tertawa saja. Sampai di dekat pertigaan yang jarak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD