Dia Kakakmu

1216 Words

"Hallo, Pah?" Bagus terlihat begitu serius mendengarkan. Namun, ternyata hanya mengabari bahwa mertuanya akan pulang ke Malang sore nanti. Bagus pun segera mengiyakan, kalau ia dan istrinya akan mengantar mereka ke bandara nanti. Panggilan pun terputus setelah itu. Mereka kembali fokus menatap ke depan. Mobil Bagus melaju hingga ke depan kantornya. Ia turun setelah membantu istrinya melepas seat belt. Pria itu tersenyum manis setelah tiba-tiba mengecup pipi mulus Rumaisa. "Mas! Nanti ada yang lihat," ucap Rumaisa spontan. Tubuhnya pun mundur segera sambil melirik kanan kiri keadaan yang sudah ramai. "Enggak apa-apa kalau cuman cium pipi. Kalau cium yang lain baru, enggak sopan kalau di sini." Bagus tertawa. Mereka pun segera masuk ke dalam. Salam sapaan dari karyawan langsung ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD