"Udah ah, Mas. Jangan dibahas, nanti malah jadi pikiran." Rumaisa mengalihkan pembicaraan. "Malam ini Mas mau ke rumah mama apa enggak?" "Ya udah, deh. Enggak apa-apa kalau kamu enggak mau cerita. Yang penting, sekarang kamu sudah percaya, kan, sama aku? Jangan ragu-ragu lagi!" Pria itu tertawa. "Insyaallah, Mas." "Kamu kangen sama ibuk? Kita ke sana aja kalau gitu. Sekalian makan malam." Bagus berdiri, begitu juga dengan istrinya. "Tapi, Mas. Mereka mau jalan-jalan katanya. Enggak tau ke mana." "Kita ikut aja, buruan ganti bajumu! Kita nyusul mereka," kata Bagus lagi. "Atau aku yang gantikan bajumu." Rumaisa mencebik seraya mengangguk lalu ia memilih baju di dalam kemarin. Setelah itu ia pergi ke kamar mandi. Ia tak menoleh pada Bagus lagi karena pria itu masih menatapnya sambil

