Aku kan Kangen

1328 Words

"Aku tinggal di sini aja, Mas. Di sini rumahku dan juga ibu." Suara jawaban itu terdengar lirih. Sejenak Bagus menatap wajah gadis itu. Bagus tak henti-hentinya menatap karena merasa Rumaisa sedikit berbeda dari sebelumnya. "Apa aku tidak salah liat? Kenapa dia jadi lebih cantik begitu? Dari bawah sampai atas, penampilannya juga lain. Kulit tangannya mulus sekali. Bahkan aku belum sempat menyentuhnya saja sudah bisa menebak kalau dia pasti sangat lembut. Apa dulu aku buta? Sampai tak bisa melihat gadis secantik ini." Bagus tersadar lagi sesaat setelah Rumaisa berdehem. "Ee--em, kamu enggak mau pulang denganku?" tanya Bagus lagi. Namun, kali ini ia langsung menyerobot masuk ke dalam kamar. Lalu memutar badannya dan kembali menutup pintu setelah menarik tangan Rumaisa yang memang te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD