Tepat dua pekan sudah Bagus bernapas tanpa Rumaisa. Setelah kondisinya benar-benar pulih, pria gagah dengan cambang merambat tipis itu menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dengan jas berwarna nude melapisi kemeja putihnya, ia siap untuk berangkat menjemput gadis itu. Tak lupa sebelum ia berangkat, Bagus berpamitan pada kedua orang tuanya. Ia ingin kali ini mereka merestui perjalanan panjangnya itu. Bagus sengaja membawa mobil sendiri. Ia ingin mengulang perjalanannya seperti dahulu bersama Rumaisa nanti. Tubuh kekar itu masuk ke dalam mobil lalu berpamitan pada satpam. Dengan modal penyesalan saja ia berangkat. Berharap semoga Rumaisa masih mau memaafkannya. Setidaknya gadis itu adalah amanah. Perjalanan panjang itu membuahkan peluh di tengah jalan. Hawa panas di sepanjang tol m

