Pintu ia tutup dengan pelan tanpa suara. Gadis itu mulai menggelar tikar lalu meraih satu bantal di samping Bagus tidur. Setelah memadamkan lampu tidur, Rumaisa pun segera merebahkan dirinya di atas tikar tadi. Kedua telapak tangan ia letakkan di bawah pipi, ia tidur dengan posisi miring. Lelah setelah membantu hajatan tetangga, ia terlelap pulas. Berharap esok pagi dirinya yang bangun lebih dulu. Harapan tinggal kenangan, tengah malam Bagus merasa tenggorokannya kering. Hawa panas membuatnya terbangun. Keringat bercucuran membasahi bagian dengan depan kausnya. Dalam keadaan gelap, Bagus merangkak lalu menekan saklar lampu meja. Bagus segera berdiri berniat keluar kamar untuk mencari air putih. Akan tetapi, setelah memutari ranjang, ia melihat Rumaisa tidur di bawah. Sontak kedua mat

