bc

CEO Arogan VS Sekertaris Jutek

book_age18+
133
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
family
HE
friends to lovers
arrogant
kickass heroine
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
kicking
city
office/work place
assistant
like
intro-logo
Blurb

Darren tidak menyangka jika kepulangannya ke Jakarta disambut oleh sebuah insiden tak menyenangkan. Taksi yang ditumpanginya menabrak motor seorang wanita cantik. Kejadian itu menimbulkan perseteruan antara keduanya, terlebih saat Daren tahu jika wanita tersebut adalah Cecilia, sekretaris sang ayah yang akan menjadi mentornya.Sementara Cecilia merasa muak dengan kelakuan Darren yang arogan, memilih mengajari pria itu setengah hati.Ditambah dengan kehadiran Kathleen, kekasih Darren yang membuat Cecilia semakin kesal.Namun siapa sangka perseteruan Darren dan Cecilia yang terus berlanjut, tanpa sadar telah menimbulkan benih cinta di antara keduanya. Dan di satu sisi Darren merasa bersalah kepada Kathleen karena mendua hati.Siapakah yang akan dipilih Darren pada akhirnya? Sang kekasih atau sekertaris yang awalnya dia anggap jutek itu?

chap-preview
Free preview
1. Benci Pada Pertemuan Pertama
"s**t!" Sebuah umpatan keluar dari bibir seorang pemuda bernama Darren Sanjaya yang duduk di dalam sebuah taksi daring. Pasalnya karena taksi daring yang dia tumpangi, mengalami goncangan dan ponsel yang ada di dalam genggamannya terlempar. Sementara di kursi depan, sang sopir taksi daring mengerem mendadak hingga suara decitan ban beradu aspal dan memekakkan telinga. Belum sempat Darren melayangkan protes, sebuah hantaman keras mendarat di kaca jendela samping kepalanya. "Keluar lo, sopir bego! Nggak tahu adat! Turun nggak lo?!" Teriakan itu melengking tinggi, menembus kaca mobil yang tertutup rapat. Seorang pengendara motor dengan jaket kulit hitam dan helm full face gelap sedang berdiri berkacak pinggang, menendang ban mobil dengan sepatu botnya. "S-saya nggak sengaja, Mbak ... eh, Mas," bisik sopir taksi di depan dengan suara bergetar. Wajah sang sopir pucat pasi saat melihat motor Nmax merah yang tergeletak malang di aspal. Darren menghela napas panjang. Dia benci keributan, tapi dia lebih benci lagi melihat orang ditindas di depan matanya. "Biar saya yang urus, Pak," ucap Darren dingin. Dia membuka pintu mobil. Udara panas Jakarta dan aroma asap knalpot langsung menyergapnya. Ditambah dengan kerumunan para pengendara kendaraan bermotor yang tak beranjak, meskipun lampu lalu lintas sudah berubah hijau. Begitu Darren berdiri tegak dengan setelan kemeja rapinya, si pengendara motor itu tidak mundur selangkah pun. Dia justru maju dengan posisi menantang. "Bagus! Keluar juga lo! Suruh sopir lo tanggung jawab! Mata lo berdua ditaruh di mana, hah? Main asal potong jalan aja!" bentak gadis itu dari balik helmnya. Suaranya teredam, tapi intensitas kemarahannya sangat terasa. Darren menyilangkan tangan di depan d**a, menatap datar kaca helm yang memantulkan wajahnya sendiri. "Yang sopan kalau ngomong Mbak, kasar amat jadi cewek," ucap Darren dengan nada sinis karena perempuan ini tetap memakai helm full facenya. "Oh jadi lo yang punya mobil ini?" tanya sang gadis dengan ketus. "Bukan, saya cuma penumpang yang geram saat melihat ada orang kurang waras yang marah-marah tanpa sebab," jawab Darren kembali dengan nada yang tidak kalah ketus. "Marah-marah tanpa sebab! Mata lo buta, sampe nggak bisa lihat keadaan motor gua yang ringsek?!" bentak gadis itu seraya menunjuk motor Nmax merah yang tergeletak di jalanan. "Whoaaa. Santai aja dong, Mbak, dari tadi saya nadanya biasa aja pas nanya sama Mbak. Tapi kenapa Mbak malah jadi ngegas gini?" balas Darren tidak kalah sengit. "Lo juga kalau jadi gua bakalan ngamuk. Posisi gua udah bener di samping, malah sopir bego itu tiba-tiba nyalib. Sekarang buruan suruh dia turun buat tanggung jawab!" celoteh gadis itu dengan suara keras yang membuat Darren jengah. 'Memangnya dia pikir aku tuli, sampai bicara dengan suara keras seperti ini?' gerutu Darren di dalam hatinya. "Heh! Ayo cepat turun! Kenapa lo malah bengong?" Gadis itu semakin kesal sehingga suaranya terdengar kian keras dan lantang. "Mbak, sebelumnya bisa nggak buka helmnya dulu? Saya lama-lama ngerasa ngomong sama alien yang mukanya nggak kelihatan," ucap Darren dengan nada ketus. Terdengar decakan keras sebelum gadis yang menurut Darren sinting itu bersedia membuka helmnya. Jangan bayangkan ada adegan wanita anggun dengan tatanan rambut yang rapi dan wajah yang glowing, meskipun sudah memakai helm dalam waktu yang lama seperti dalam film atau sinetron. Tidak ada yang seperti itu! Gadis yang terlihat angkuh dalam pandangan mata Darren, mengikat rambutnya dengan asal dan wajah yang berminyak itu menatapnya garang. Kesan jutek juga terlihat meskipun sang gadis cukup cantik di matanya. Sesaat kemudian, Darren merasa terbius akan mata hitam sang gadis yang mampu menariknya dari keramaian ini. "Sudah puas sekarang Tuan penumpang yang lagaknya selangit?" Rasa kagum yang sempat tercipta dalam hati Darren harus terjun bebas karena sikap arogan dari sang gadis. "Jadi, sekarang cepat suruh sopir bego itu untuk turun dan tanggung jawab atas kerusakan motor gua!” Sambung gadis itu kembali dengan jari yang menunjuk ke arah sang sopir. "Maafkan keteledoran saya, Mbak. Jadi, apa yang bisa saya lakukan saat ini?" tanya sopir taksi sambil menunduk dan dengan nada takut setelah keluar dari mobil. "Bawa motor gua ke bengkel dan ganti kerusakannya. Gua juga minta KTP dan nomor id lo buat jaminan. Lo kabur bakal gua lapor ke perusahaan tempat lo kerja," jawab gadis itu dengan wajah yang masih terlihat jutek. Sang sopir segera mengambil kartu identitas dan menyerahkannya kepada sang gadis yang masih menampakkan raut wajah garang. "Mbak, bisa kita selesaikan urusan ini sekarang juga? Dan lagi saya mau menjenguk ayah saya di rumah sakit, atau gini ... saya telepon bengkel langganan keluarga saya untuk derek motornya dan saya juga akan menanggung biaya perawatannya." Sambar Darren yang tak sabar dengan interaksi antara sang gadis dan supir. "Begitu dong, berani berbuat harus berani tanggung jawab dan gua harap lo jangan bego lagi nanti di jalan," ucap sang gadis dengan ketus. Darren hanya menarik napas panjang, lalu meminta sopir taksi daring untuk meninggalkan tempat yang mulai dipadati orang yang berkerumun di sekitar mereka bertiga. 'Tidak ada yang manis tentang gadis ini,' cibir Darren dalam hati setelah meninggalkan gadis angkuh itu. *** Rencana Darren yang hanya ingin menjenguk Geovani-sang ayah ternyata harus berubah, sebab pria itu meminta Darren untuk menggantikannya menjadi CEO Sanjaya Grup. Dengan sedikit perdebatan kecil, akhirnya Darren setuju untuk menjadi wakil CEO terlebih dahulu. Tapi dengan syarat jika dalam setahun, dia masih tak berminat menggantikan Geovani, maka Darren akan bebas untuk bekerja di manapun yang dia inginkan. "Baik. Ayah akan penuhi keinginan kamu. Tiga hari lagi kamu mulai bekerja dan dibantu sama sekertaris Ayah," ucap Geovani setelah menghela napas panjang. Dan sesuai dengan perjanjian keduanya, Darren kini berada di gedung perkantoran Sanjaya Group. Tepatnya di ruangan Geovani yang berada di lantai 10. "Kamu tenang aja, Nak. Cecilia itu sekretaris Ayah yang paling handal di antara sekretaris-sekretaris yang pernah Ayah miliki." Darren berdecih saat mendengar pujian Giovani yang menurutnya berlebihan itu. "Jangan terlalu berlebihan memuji seseorang, Yah," ucap Darren dengan sedikit sinis. Geovani hanya tersenyum saat melihat reaksi sang putra. "Kamu juga jangan berlebihan dalam membenci atau menjelekkan seseorang, nanti bisa-bisa kamu kena batunya." Darren hanya terdiam, tak mau merespons lebih lanjut ucapan sang ayah. Keheningan pun tercipta sebelum terdengar suara pintu yang dibuka dan disertai oleh ketukan sepatu yang beradu dengan lantai. ''Nah, itu orangnya!" seru Geovani yang membuat Darren tersadar dari lamunannya. Mata Darren sontak melebar saat melihat siapa yang memasuki ruangan sang ayah. "Kamu ...!" Teriak Darren dan orang itu bersamaan.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

I Love You Dad

read
295.7K
bc

Revenge

read
36.2K
bc

SECRET LOVE AFFAIR (Dikejar Duda Posesif)

read
27.3K
bc

Putri Korban dan Janji Gelap Sang CEO

read
5.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.1K
bc

The CEO's Little Wife

read
682.9K
bc

Pak Bos Duda Jadi Jodohku

read
33.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook