Derasnya hujan di malam yang larut membawa rasa lelah bercampur kantuk pada diri Aksa yang masih terjaga. Terpekur diam di dalam ruang kerjanya, meneliti pada berkas yang masih tersebar acak. Lalu, berkutat pada grafik membosankan yang membuat kedua matanya berair. Aksa bergerak bangun. Mematikan komputer dan merapikan berkas dalam satu tumpukan yang sama. Menekan kedua matanya sendiri, lalu bergerak untuk menatap sekilas pada pemandangan luar rumah yang sepi. Angin berhembus kencang. Daun-daun bergoyang. Berpegangan pada ranting tipis yang hanya tinggal menunggu waktu. Daun kecokelatan terbang, berbaur bersama udara dengan hembusan kencang. Tersebar kotor pada permukaan rumput dan jalan. Memilih untuk mundur, Aksa kembali melipat kedua tangannya di depan d**a. Menatap sekali lagi ruang

