Adelia menggeleng singkat. Melirik jam dinding, pukul sebelas malam. Dan dia menunggu nyaris dua jam di meja makan. Tapi, suaminya tidak kunjung turun untuk menyantap makan malam bersama. Malah Adelia menemukannya sedang duduk, bersandar seraya memegang tablet. Aksa tampak serius, tidak terusik dengan kehadirannya yang perlahan mendekat. "Kau sudah makan?" Aksa masih diam. "Kalau sudah, biar aku simpan semua makanan itu dan memanaskannya untuk sarapan," Adelia mengerutkan kening. "Aksa?" Aksa menghela napas. "Aku sudah makan," tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tablet. Adelia masih bergeming. Mengamati ekspresi kaku itu dalam diam. Tanpa ekspresi berarti yang timbul di wajahnya. Guratan bingung itu menghampiri Aksa, melirik sang istri dalam diam. "Kenapa melihatku seperti itu

