Tanpa merasa takut sedikit pun terhadap kemurkaan Erland, Eleana dengan berani memeluk lengan Elio. Membuat pria di hadapannya berada di puncak kemurkaan. Edward yang sejak tadi berdiri menjauh, segera berlari mendekat. Ia harus menenangkan sang tuan sebelum benar-benar hilang kendali. "Tuan, saya mohon tenanglah. Jika tidak, Nyonya pasti menolak pulang," bisiknya berusaha meredam amarah tuannya. Erland memejamkan matanya sesaat. Kemudian ia melepaskan tangan istrinya dari lengan Elio dan menggendongnya ala bridal style. Mengantisipasi penolakan yang akan dilakukan oleh Eleana. "Kau istriku, Eira. Selamanya kau akan menjadi milikku." "Erland! Turunkan aku, b******n!!" teriaknya terus menggerakkan kakinya dan memukul d**a Erland. "Diamlah, Sayang. Jangan sampai aku menjatuhkanmu ke t

