Di dalam ruangan gelap tanpa adanya pencahayaan, seorang anak laki-laki terduduk seorang diri. Ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang remang-remang ini. Ia tersadar, jika ucapannya sangat menyakiti hati siapa pun yang mendengarnya, tetapi ia sudah tidak tahan dengan ketidakadilan yang didapatinya. Ditambah dengan kenyataan pahit yang pasti membuatnya semakin dibenci oleh wanita itu. "Aku sudah mengetahui semuanya. Dan itu sangat membuat hatiku terasa sesak. Dia, pria yang sangat kau benci, bukan? Dan aku mewarisi kemiripan wajah dengannya. Aku tahu, bila setiap malam kau akan mendatangi kamar anak-anakmu. Kecuali aku." Ezra tersenyum miris. Sang mommy telah pilih kasih padanya. Ia merasa iri pada saudara-saudaranya yang lain, tetapi dirinya tak bisa berbuat apa-apa. Kare

