Melihat Kesungguhan

1212 Words
Elza menatap sosok wanita yang ternyata adalah ibu kandung Alex. Wanita itu tersenyum padanya. "Terima kasih Dokter. Aku berhutang nyawa padamu. Aku dengar kau libur saat aku mengalami kecelakaan. Kau datang dengan cepat dan menyelamatkan hidupku." Wanita itu bernama Zia. Sangat cantik walau usianya hampir kepala lima. Terlihat kalau wanita itu berkelas dan cerdas. "Itu sudah menjadi tugasku Nyonya Zia." Kata Elza. "Kau sungguh baik sekali." Kata Zia. Elza tersenyum. Bahkan senyumnya saja mampu memikat sosok Zia. Suaminya kini datang dan langsung mengecup keningnya. "Dokter Elza. Terima kasih telah menyelamatkan nyawa istriku. Aku dengar kau adalah dokter bedah terbaik disini." Ucap James. James adalah lelaki blasteran Jerman Indonesia dengan ketampanan yang hakiki saat mudanya. Sangat terlihat jika melihat wajahnya. Pantas saja jika Zia mencintai lelaki itu. "Kau terlalu berlebihan tuan James." Kata Elza. "James memang begitu. Dia sangat mencintaiku. Aku bisa hidup juga berkat doanya." Kata Zia. "Ada satu lagi, Nyonya Zia. Seorang lelaki muda yang selalu menunggumu saat operasi sampai kamu sadar. Dia putramu kan?" Tanya Elza. Zia terkejut cukup lama. Tidak mungkin Alex yang menunjukkan sikap membencinya selama ini melakukan itu. "Ah, apa aku salah?" Tanya Elza saat melihat diamnya Zia. "Apa dia tampan? Dengan hidung mancung dan mata membulat dan bulu mata lentiknya?" Tanya Zia. "Benar sekali. Bahkan kedatangannya membuat heboh satu rumah sakit karena ketampanannya." Kata Elza. "Dia putraku." Ucap Zia lalu terdiam. "Baiklah. Ingat ucapan dan pesanku tadi. Hati-hati saat bulan pertama sampai bekas lukanya mengering. Dan jangan lupa untuk cek kembali. Anda sudah bisa pulang setelah ini." Kata Elza lalu meninggalkan wanita itu bersama suaminya. "Semoga rencana ku berhasil." Ucap Elza. Elza lalu mengeluarkan kartu nama Zia dari saku Jasnya. Dia tahu apa yang akan dia lakukan setelah ini. "Maafkan aku. Aku membutuhkanmu untuk ini." Gumam Elza. Elza mengendarai mobilnya dan hendak pergi ke sebuah tempat. Karena dia tahu Guntur sedang berlibur bersama kedua orang tuanya dan juga istri mudanya. Sangat lucu untuk Elza. Entah dia harus sedih ataupun gembira. Namun tetap saja dia harus berhati-hati. Guntur sesekali akan menyuruh seseorang untuk mengawasinya. Mobil Elza tiba-tiba mogok dan mati. Padahal jalanan sudah sepi. Wanita itu tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca mobilnya. Elza menatap lelaki itu yang ternyata adalah Alex. Sudah bisa Elza tebak kalau lelaki itu masih terus mengikutinya. Elza kemudian keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Alex. "Kamu?" Ucap Elza seolah merasa heran. "Apa yang terjadi" Tanya Alex. "Entahlah. Mobilku mogok dan aku tidak tahu harus melakukan apa." Kata Elza. "Memangnya kamu mau kemana malam-malam begini?" Tanya Alex. "Aku ingin pergi ke suatu tempat. Untuk mengganti liburku tempo hari." Kata Elza. "Masuk ke mobilku. Biar aku antar. Dan masalah mobilmu. Biar aku yang urus." Kata Alex. Elza kemudian tersenyum dan masuk ke dalam mobil Alex sembari menunggu Alex menyelesaikan teleponnya. "Jangan khawatir. Aku sudah menghubungi mobil derek dan mobilmu akan di bawa ke bengkel." Ucap Alex. "Terima kasih banyak." Kata Elza. Alex lalu mengendarai mobilnya mengikuti arah yang Elza tunjuk. "Kau keluar, apa suamimu tidak mencari kamu?" Tanya Alex. "Dia sedang berlibur dengan istri mudanya dan juga kedua orang tuanya. Dia tidak akan peduli padaku selama dia masih berlibur. Makanya aku ingin berlibur sehari. Sekaligus menenangkan diri. Dan kamu, masih saja mengikuti aku?" Tanya Elza. "Maafkan aku. Entah kenapa rasanya tidak bisa bila aku tidak melihatmu." Kata Alex. Elza terdiam. Dia melihat kesungguhan dari dalam diri Alex untuknya. Hatinya merasa bersalah hendak memanfaatkan lelaki ini. "Apa disini tempatnya?" Tanya Alex sambil menunjuk sebuah villa kayu di sebuah pedesaan yang cukup terpencil. Bahkan yang Alex lihat hanya ada tiga villa di tempat itu. "Aku sudah memesan tempat ini. Bagaimana menurutmu? Bukankah sangat baik untuk orang yang ingin menenangkan diri? Sangat sepi." Kata Elza. "Cukup baik." Kata Alex. Alex dan Elza kemudian keluar. Alex mengantar Elza masuk sampai ke dalam. "Selamat beristirahat. Aku pergi dulu." Kata Alex. "Tunggu dulu." Ucap Elza. Wanita itu menengok jam di pergelangan tangannya. Jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Dan Elza tahu kalau perjalanan akan memakan waktu yang lama. Jalannya juga lumayan curam. "Menginap lah disini. Bahaya kalau kamu pulang. Aku tidak mau kamu kecelakaan hanya karena mengantarku kemari. Itu akan membuat aku merasa bersalah. Aku mohon." Kata Elza. "Baiklah." Kata Alex menyetujui ucapan Elza. Sebenarnya ini kesempatan untuk Alex. Membuat wanita itu jatuh cinta padanya. Elza kemudian merapikan kamarnya. Dan memberikan selimut untuk Alex agar bisa tidur di sofa. "Kamu tidak masalah kan tidur disini?" Tanya Elza. Alex mengangguk. Beberapa kali menatap lelaki itu, Elza sadar kalau Alex sangat tampan dan bisa memikat semua wanita. Kecuali dia. Elza yang selalu tersiksa dalam pernikahannya menjadi trauma dan kebal dengan segala godaan. Dan itu semua karena sosok Guntur. Elza lalu kembali ke kamarnya. Perasaannya sangat gusar. Beberapa kali berfikir secara rasional. Namun, dia memang harus melakukannya. Alex adalah satu-satunya kesempatan untuk membawanya keluar dari belenggu Guntur. Elza mengeluarkan sebotol anggur merah. Menaruhnya di atas meja. Dia kemudian menuju kamar mandi dan segera berendam dalam bathub yang hangat. Tak lama kemudian Elza bangkit dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang cukup seksi. Benar, dia telah menyiapkan segalanya. Dia ingin membuat Alex jatuh dalam permainannya. Dia membutuhkan lelaki itu agar bisa bebas dari Guntur. Elza memberanikan diri untuk keluar dari kamar. Dan benar saja, Alex masih belum tidur. Lelaki itu duduk sambil menatap Elza. Masih tak percaya dengan apa yang dia lihat. Wanita itu menggunakan pakaian seksi dan sengaja ingin menggodanya. Bahkan di tangannya sudah ada sebotol anggur merah. "Mau minum denganku?" Ajak Elza. "Bukannya kamu yang menasehati aku saat itu?" Tanya Alex. Elza tertawa kecil. Kemudian mendekat dan duduk di samping lelaki itu. "Hanya satu gelas. Tidak masalah, kan? Lagi pula hanya sesekali." Ucap Elza lalu menuangkan anggur itu kedalam gelas dan memberikannya pada Alex. Dengan tersenyum, Alex kemudian mengambil anggur itu. Keduanya bersulang lalu meneguknya sampai habis. Elza kembali menuangkan anggur ke dalam gelasnya dan juga gelas Alex. "Bukankah kamu bilang hanya satu gelas?" Tanya Alex. "Satu gelas lagi. Anggur ini sangat manis dan membuat aku ingin meminumnya lagi." Kata Elza. Alex hanya melihat wanita yang disukainya itu terus meneguk beberapa gelas. Sampai dia menyadari kalau wanita itu mulai mabuk. "Beginilah hidupku. Kesepian dan juga tersiksa." Ucap Elza. "Tinggalkan lelaki itu." Kata Alex. "Kamu pikir aku belum pernah mencoba meninggalkannya? Aku muak. Saat aku pergi jauh, dia masih bisa menemukanku. Saat aku meminta cerai, dia mencoba menyakiti keluargaku." Kata Elza. "Tinggallah denganku. Aku akan melindungi kamu." Kata Alex. "Guntur tidak akan membiarkan itu. Dia kejam. Yang telah menjadi miliknya bahkan tak bisa dimiliki orang lain." Kata Elza. "Aku bisa melakukan itu." Kata Alex. Elza menatap Alex dengan seksama. Tatapan keduanya saling bertemu. "Apa kamu mencintaiku?" Tanya Elza. "Aku mencintaimu. Aku bisa melakukan apapun untukmu." Kata Alex. "Sungguh? Apa kamu juga bisa membuat aku bebas dan lepas dari Guntur?" Tanya Elza. Namun sebelum menjawab. Elza malah tertawa. "Selamanya aku akan terus terperangkap dalam belenggu lelaki itu." Kata Elza. Alex menangkup wajah Elza dengan kedua tangannya. "Percaya padaku. Aku bisa melakukan itu." Kata Alex. Mendengar itu, Elza kemudian mencium bibir Alex dengan dalam. Dan lelaki itu kemudian membalasnya dengan lembut. Namun Alex lekas menyudahinya. Karena dia tidak ingin menyentuh Elza sampai wanita itu menjadi miliknya seutuhnya. "Aku tidak akan menyentuhmu sampai kamu lepas darinya dan menjadi milikku." Kata Alex. Lelaki itu kemudian membawa Elza yang sudah tertidur ke dalam kamar lalu menyelimutinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD