Alinka mengikuti Nayaka ke kantornya. Ini adalah kali ketiga dirinya ke tempat ini. Dan rasanya masih tetap sama canggungnya seperti kali pertama datang ke sini. “Saya bisa pulang sendiri, kok,” kata Alinka yang saat ini sudah duduk manis di ruangan Nayaka. “Jangan. Biar diantar sama Farhan aja,” balas Nayaka. “Nggak usah. Ngerepotin nanti. Kasihan.” “Nggak ngerepotin kok,” jawab Nayaka enteng. “Ya Anda emang nggak kerepotan, tapi Pak Farhannya yang bakal kerepotan karena nganterin saya pulang terus harus ke sini lagi lanjut kerja. Udah, saya pulang naik ojol aja,” kata Alinka seraya bangkit dari duduk. Nayaka yang duduk di samping Alinka sontak menarik tangan Alinka. “Duduk,” ucapnya singkat yang membuat Alinka kembali duduk. “Farhan bentar lagi datang. Dia lagi dibawah beli sesu

