Alinka menunggu kedatangan Nayaka di teras rumah. Oma ikut menunggu bersama dengan Alinka karena Oma ingin bertemu juga dengan Nayaka. Oma bilang, kangen dengan Nayaka meskipun baru beberapa hari tidak bertemu dengan pria itu. Sungguh, tampaknya Oma mulai menyukai Nayaka. Ya gimana, ya, tidak ada alasan juga sih, bagi Oma untuk tidak menyukai Nayaka. Secara, Nayaka selalu menampilkan diri sebagai menantu idaman. Oma kan jadi kepincut dengan sosok Nayaka. “Kalian mau ke kebun binatang?” tanya Oma kepada Alinka. “Rencananya sih, gitu, Oma,” jawab Alinka. “Alinka pengen foto sama monyet.” Alinka tersenyum lebar yang membuat Oma terkekeh pelan. “Nayaka mau repot-repot nganterin kamu ke kebun binatang buat foto sama monyet?” Alinka menganggukkan kepala. “Iya, Oma. Tapi, dengan sangat terpa

