Bab20

1424 Words

Suatu hari, di tengah musim dingin yang ringan (di kota mereka musim dingin bukan yang sangat ekstrem, tapi cukup untuk membawa udara dingin dan daun-daun yang rontok), Nadine mengusulkan liburan singkat bersama ke rumah di pegunungan — sebuah cottage kecil yang ia tahu punya pemandangan indah dan udara segar. “Ayo kita ambil waktu satu weekend,” katanya. “Pergi cuma kita berempat.” Violet menyetujui dengan semangat. Ia tahu kebutuhan akan ruang, akan napas baru, akan kebersamaan tanpa aktivitas sehari-hari yang mengikat. Ketika akhir pekan tiba, mereka berkendara menuju cottage itu. Jalanan menanjak, hutan pepohonan mengapit, dan ketika sampai di sana, salju tipis sudah menutupi atap cottage, dan api unggun sudah dinyalakan di teras depan. Anak-anak bersorak melihat salju, membentuk bola

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD