Arisha kembali mematut diri di depan cermin. Dia memperbaiki jilbab untuk yang ke sekian kali. Gadis itu lantas berjalan ke sana kemari. Kedua tangannya mencengkeram sisi kanan kiri dress abu-abu yang dia pakai malam ini. Suhu kamar tiba-tiba saja terasa sangat panas. Padahal pendingin ruangan sudah dinyalakan. Sang sahabat yang terus memperhatikan gerak-gerik Arisha hanya bisa menghela napas. Dia bukannya tidak mencegah kelakuan Arisha. Entah sudah berapa kali dia mengatakan berbagai hal, tetapi Arisha tetap seperti itu. Sudah hampir setengah jam Arisha mengganggu penglihatannya dan dia mulai jengkel. Merasa jika Arisha tidak akan menghentikan hal itu, Nadhifa berdiri. Dia meraih pergelangan tangan Arisha dan mendudukkannya di tepi tempat tidur. Apa semua wanita memang begini saat akan

