Bab 27: Mawar Putih

1912 Words

Ketiga pasang mata melihat buket mawar putih besar yang diletakkan di meja. Mereka tersenyum kaku. Khafi mengusap tengkuk dan mulai menyesal dengan pilihannya. Sementara Hilya hanya menantap Arisha yang masih melirik hadiah pemberian Khafi beberapa kali. Wanita sepuh itu mengembangkan senyum. Saat Khafi memutuskan untuk membeli mawar putih itu, Hilya sudah sangat senang. Bukan karena yang dibeli adalah buket besar. Melainkan karena alasan dibalik sang pria memilih. Dia merasa Arisha sosok yang istimewa, jadi tidak pantas menerima hadiah biasa. Hilya berharap Arisha bisa menerima keikhlasan sang calon suami. Ini merupakan hadiah pertama yang Khafi pilih untuk seseorang. Biasanya dia selalu meminta asisten atau Barra yang memutuskan hadiah untuk relasi ataupun keluarganya saat ada acara te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD