10

1222 Words

"Vano?" Pemuda itu berjalan santai menghampiri Ray dengan jas sekolah tersampir dibahunya. "Vano?!" Ray menepuk pelan pipi pemuda itu. "Ngapain, lo disini?" tanya Ray bingung. "Liat dong seragam gue," ucap Vano membuat Azka juga memperhatikan penampilan pemuda itu. "Siapa?" tanya Azka dingin. "Adik kelas!" jawab Ray berdiri membelakangi Vano. Vano menyerngit, menatap nama di jas sekolah pemuda yang bersama Ray. "Azka," eja Vano dengan senyum kecil. "Gue Vano Rifandy," ucap Vano mengulurkan tangan yang langsung dijabat oleh Azka. "Azka," ucap pemuda itu singkat. "Kak May sama Kay mana?" tanya Vano memperhatikan sekitar. "Udah dikelas. Lo mending masuk kelas sana! Pergi," ucap Ray mendorong Vano dengan hati-hati. Vano menggenggam satu tangan Ray, menatap ekspresi Azka yang ia m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD