11

1028 Words

Vano memencet bel berkali- kali hingga pagar dibuka oleh Kay. Pemuda itu masuk kearea rumah megah itu. "Kak Ray mana?" tanya Vano memilih duduk siteras. "Bentar, gue panggilin." Kay beranjak masuk kerumah dan tak lama kemudian, Ray datang sudah memakai piyama tidur. "Ohh, elo." Ucap Ray duduk berhadapan dengan Vano. "Lo udah nemuin pengganti dia?" tanya Vano langsung ke inti. Ray menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. "Enggak bakal ada yang bisa gantiin Alif," ucap Ray memalingkah wajah. Vano tersenyum mendengar jawaban gadis itu. "Cowok yang namanya Azka, sering main kesini?" tanya Vano lagi. "Dia sering nganterin gue pulang, gue sih yang nebeng." Ucap Ray menatap Vano. "Lo pindah kesini?" tanya Ray berganti bertanya. Vano mengangguk. "Orang tua gue cerai, gue nggak mau ikut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD