Aku sedang duduk sendirian di tenda, saat tak lama Matthew Anderson masuk. Kotak pertolongan pertama di tangannya. Ia menunduk dan menjatuhkan diri di sebelahku. "Apa yang terjadi?" Aku bersandar di bahunya. "Aku tersandung." "Bukankah aku sudah bilang untuk hati-hati?" Suara Matt sangat lembut. Ia tidak memandangiku sejak ia masuk ke tenda. Sibuk mengeluarkan alat-alat dari kotak p3k. Aku menarik wajahnya, mengahadap ke arahku, "Maaf." Baru saat itu dia memandangiku. Wajahnya tampak kecewa, entah karena apa. Ia lalu memejamkan matanya, menghembuskan napas. Kemudian ia memandangku, dan tersenyum. "Biar kuobati." Aku mengangguk. "Berikan tanganmu." Aku meletakkan tanganku di atas telapak tangan Matt. Ia memperhatikannya sekilas. "Bagaimana kejadiannya?" K

