Pagi itu, Elira membuka matanya perlahan. Langit di luar jendela masih keabu-abuan. Hujan belum turun, tapi udara sudah berbau basah. Ia duduk di tepi ranjang, menarik selimut ke bawah dagu, seolah mencari hangat yang tak datang dari luar tubuh. Ada yang terasa ganjil. Bukan dari cuaca, tapi dari dalam dirinya sendiri. Ponselnya sepi. Tidak ada pesan dari Dira. Tidak juga dari Arel. Biasanya ada satu atau dua notifikasi. Sekadar pengingat makan atau kalimat pendek seperti, “Hari ini tenang, ya?” Tapi pagi ini, semuanya kosong. Ia bangkit, membuka laptop, dan melihat surel masuk. Judulnya singkat. "RUANG PAMER - HARI INI" Tangan Elira berhenti di atas trackpad. Ia menatap judul surel itu lama, lalu membukanya. Isinya hanya satu kalimat. "Aku akan ada di sana. Datanglah kalau kamu mas

