Bab 29 : Jejak Tertinggal

663 Words

Hujan turun pelan sore itu, menetes tanpa tergesa di balik jendela rumah sakit. Langit menggantung rendah, abu-abu, seolah ikut menahan napas. Elira duduk di kursi plastik di samping ranjang Arel, punggungnya bersandar kaku. Secangkir teh hangat berada di tangannya, tapi uapnya telah lama menghilang tanpa pernah benar-benar disentuh. Arel tertidur. Napasnya naik turun pelan, teratur, meski wajahnya masih tampak pucat. Perban melilit lengannya, dan ada bekas jahitan di sisi tubuhnya yang membuat d**a Elira sesak setiap kali ia menatapnya terlalu lama. Ia sudah mencoba mengalihkan pandangan berkali-kali, tapi selalu kembali lagi—seolah takut jika ia berpaling, Arel akan menghilang. Dira pamit beberapa menit lalu, beralasan mencari makan. Elira tahu sahabatnya itu sengaja memberi ruang. Rua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD