Dean ternyata memiliki lebih banyak teman dari yang Naya duga. Terbukti dari banyaknya orang-orang yang datang menjenguk Dean. Mulai dari teman kuliah, teman band, bahkan dosen. Termasuk seseorang yang siang ini datang dengan membawa sekotak kue. "Mas Dean masih demam?" "Nggak." "Kalau demam berdarah terus suhunya lagi turun, itu lagi masa kritis, lho! Besok aku bawain jambu, ya? Itu bagus banget buat naikin trombosit." "Nggak usah." "Beneran? Aku takutnya trombosit Mas Dean turun banyak sampai harus transfusi darah." Dean hanya menggeleng. Ayolah, dia ada di salah satu rumah sakit terbaik di kota ini. Dua puluh empat jam diawasi dokter tidak akan membuat Dean sekarat hanya karena menolak dibawakan jambu. "Aku nggak tau Mas Dean sukanya rasa apa, jadi aku bawain rasa red velv

