Bab 95 - JasBi 1

1777 Words

Cahaya matahari mulai menerpa, beberapa kali matanya menerjap saat merasakan sinar matahari itu mulai menerpa matanya. Tarikan napas dalamnya pada akhirnya membuatnya bangun dari tidurnya. Jujur, dia kesal karena tak dapat melanjutkan tidur seperti kebanyakan orang. Jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Rasanya dia ingin tidur sedikit lebih lama mengingat malam tadi dia tidur selepas subuh karena pekerjaannya yang penuh akibat ketidakhadiran kakak menyebalkannya itu Denting notifikasi ponselnya yang berbunyi, membuatnya pada akhirnya bangkit dari tidur, menggeliatkan tubuh lalu mengambil ponselnya yang ada di nakas samping tempat tidur. Keningnya berkerut saat melihat pop-up pesan yang dikirimkan oleh kakak satu-satunya itu. Jasmine membanting ponselnya ke atas ranjang, ia kesal sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD