Hanya Tetangga

1288 Words

David menghampiri rumah Michelle. Gadis itu segera keluar begitu mendengar mobil berhenti di halaman depan. Dia menggigit bibir dan mengembuskan napas berat sebelum mendekat. Ini akan menjadi hari spesial. Dia akan melamar kerja. Walau bukan kerja kantoran, karena dia tidak yakin juga akan melakukan itu walau sudah lulus kuliah kelak, namun tetap saja dia gugup. “Kamu mengganti warna rambut?” Mich mengangguk dan segera memakai sabuk pengaman. Dia duduk dengan tegang. Bukan hanya karena hendak wawancara kerja, tapi karena keberadaan David di sisinya. Selain itu Dav juga langsung menyadari perubahan warna rambut yang dia lakukan. “Rena baik, jangan tegang seperti itu.” David tertawa begitu sudah keluar dari komplek perumahan. Tangan Michelle yang gemetar membuatnya terhibur. Sama sekali t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD