“Gue laper banget, Kal.” Flora meringis. Pagi tadi dia tidak sempat sarapan karena saat turun sudah terdengar deru motor Jovan di halaman. Dia kemalaman tidur karena menghafal materi untuk ulangan harian jam pertama pagi ini. “Bentar, laki lo belum datang.” Kala menyodorkan sebungkus wafer pada teman semejanya. Pasalnya semenjak Flora mendapatkan privilage menjadi pacarnya Jovan, Kala merangkap tugas menjadi bodyguard. Kala harus melaporkan keberadaan Flora pada Jovan. Tentu saja ultimatum tersebut juga turun dari Mario. Mereka tidak mau kecolongan lagi. Cukup sekali Flora diperlakukan semena-mena oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya Mario mau melaporkan Calisa. Mendengar itu Flora langsung melarang. Hal ini bisa dipastikan akan berujung pemanggilan orang tua. Flo tidak ma

