Flora hampir saja tersedak mendapati pertanyaan papanya. Dia sama sekali tidak menyangka papanya tahu. Dia segera mengambil gelas yang disediakan entah siapa, dia tidak tahu, yang sudah berada di samping mangkuk soup. Air dalam gelas tersebut dia teguk hingga tandas. “Sejak dulu Papa memang meminta seseorang untuk mengawasi kalian. Papa khawatir terjadi apa-apa sama kamu, Flo. Orang tersebut yang memberitahu Papa.” Adams menghela napas. Dia memandang putrinya dengan sendu. Mengawasi? Menguntit lebih tepatnya. Berarti selama ini papanya tahu semuanya. Tentang Mama dan kekasih barunya, atau tentang Flora yang selalu menyendiri? Tiba-tiba Flo merasa muak. Dia merasa ditipu mentah-mentah oleh papanya. “Flo?” Suara Adams sangat pelan, tapi Flo seperti tersengat listrik. Dia berjengkit dan la

