"Apa?! Tolong jangan seperti ini, Pa. Jangan bersikap seolah Cesya bayi yang harus selalu diawasi," protes Cesya. "Ini salahmu sendiri yang tidak berhati-hati. Bagaimana jika pergelangan tanganmu benar-benar patah? Papa tidak ingin mengambil resiko lebih buruk lagi. Jadi, terima saja keputusan papa karena apapun alasannya papa tidak akan peduli," tegas Adhiyaksa. Ia hanya takut hal yang lebih buruk terjadi pada putrinya. Bahkan semut dan nyamuk pun tidak akan ia biarkan bergelayut manja di tubuh putrinya. Jika sampai menggigit dan menghisap darah putrinya. Maka, nyawa dua makhluk itu akan melayang dalam sekejap. "Pa? Cesya mohon jangan seperti ini. Cesya lelah selalu papa awasi. Cesya sudah dewasa dan tidak perlu diperlakukan seperti ini," mohon Cesya mulai panik. Siapa yang tidak pani

