Malam ini kami menembus udara dingin kota Padang yang di sebabkan hujan ketika menjelang magrib. Om Arfan mengajakku pergi ke suatu tempat tanpa menyebutkan kemana tujuan kami. "Cukup nikmati saja malam ini dan jangan lupa bawa baju ganti untuk dua hari," ucapnya. Kami menggunakan motor besar Om Arfan, dan tentunya ini kesempatan yang bagus untukku, karena sepanjang perjalanan aku bisa memeluk punggung hangatnya. "Hangat, bau parfumnya menyentuh lembut indra penciumanku. Andaikan Om bisa kumiliki seutuhnya," ucapku pelan. Sesekali Om Arfan membelai punggung tanganku dan menggenggamnya. Suasana dingin berubah menjadi hangat karena sentuhannya, ada desiran aneh di dalam tubuhku. Satu jam perjalanan aku dan Om Arfan berhenti sejenak di Malibo Anai, tempat ini terkenal dengan pemandian Ti

