Part 18 Kak Bram

1617 Words

"Alya, kok nggak da gue lihat mobil lo dan Pak Burhan," ucap Ray mengejutkanku. Flashback On Kata-kata yang terakhir diucapkan Om Arfan," aku rasa aku belum siap untuk terlalu jauh. Maaf jika tadi aku kelewat batas karena aku pria yang normal. Segeralah tidur dan mulai besok kamu harus rajin belajar karena hari senin kamu ujian." Aku hanya berdiam, dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut. Aku tak ingin melihatnya, aku malu sekaligus marah. Enak saja dia selalu mempermainkan perasaanku. Sampai di Padang, ia hanya berkata, " Al, besok saya akan berangkat ke Singapur selama dua minggu karena akan ada seminar kedokteran internasional dan urusan bisnis yang sedang saya kembangkan di Singapura." Aku tak ingin menjawabnya, lebih baik ku diamkan saja dia. Biar dia tau ia telah sering melak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD