Lyra pergi dalam keadaan hati yang hancur. Gadis itu berharap Atlas akan mencegahnya, tetapi lelaki itu hanya diam sembari menatapnya seperti tidak peduli dengan kepergiannya. Sekali lagi Iva menoleh ke belakang dan hasilnya tetap saja sama. lelaki itu berdiri tegak dengan kakinya sendiri, menatap kearah Lyra seperti tidak ada rasa bersalah sedikit pun. “Lyra, lo mau tunggu apa lagi? ayo pergi!” Drew meraih pergelangan tangan Lyra di genggamnya dengan penuh kelembutan. Lelaki itu bagaimana hancurnya perasaan Lyra, karena dia juga sedang merasakannya sekarang. Dia pikir Atlas akan mencegahnya pergi, tetapi nyatanya tidak. Persahabatannya harus renggang hanya karena dirinya memberi Atlas usul agar tidak terlalu larut ke dalam amarah yang dibuat sendiri, tetapi nyatanya niat baiknya tidak d

