Bab 11 Cuma Mantan

1170 Words
Zio gegas keluar ruangan dan menjalankan perintah Andra. Pemuda itu kembali duduk dan setia menunggu Naurin sadarkan diri. Memeluk, mencium, dan membelai rambut Naurin berkali-kali tanpa rasa jemu. Hatinya penuh harap, berharap Naurin akan segera sadarkan diri dan dapat melihat dirinya yang selalu setia menunggunya. "Bangunlah, Sayang. Saya merindukanmu," ucapnya lirih sambil tertunduk dan menggenggam sebelah tangan Naurin. Hari berganti malam, Naurin belum juga sadarkan diri. Andra setia menjaga di sampingnya hingga tertidur karena terlalu lelah. Seharian ia belum istirahat. Beberapa saat kemudian, jemari Naurin bergerak. Menyentuh bibir Andra lembut. Lelaki itu terbangun, merasakan sentuhan itu. Perlahan, kedua mata Naurin terbuka. Menandakan ia telah sadarkan diri. Andra mendongak dan menatap ke arah Naurin yang baru sadarkan diri itu. Menghela napas sedikit lega dan berdiri sambil membungkukkan sedikit tubuhnya. Mensejajarkan dengan Naurin. "Sayang, kamu sudah bangun?" tanyanya lembut. Naurin menghela napas berat. Menatap ke arah Andra dan melirik ke sekitar. "Di mana aku? Kenapa aku ada di sini?" tanyanya bingung. "Kamu di rumah sakit. Tidak sadarkan diri sejak pagi. Saya khawatir dan membawamu ke sini," jelas Andra pelan. Naurin berusaha bangkit, Andra membantunya. "Lama sekali. Maaf, aku sudah merepotkanmu," ucapnya pelan. Andra menghela napas pelan. Mengusap lembut kepala Naurin dan menatapnya tulus. "Kita ini suami-istri, tidak ada kata merepotkan. Sudah sepatutnya saling tolong menolong. Kamu istri saya dan sudah kewajiban saya untuk menjaga dan melindungimu. Jika kamu sakit, maka saya akan membawamu ke rumah sakit dan merawatmu. Kamu tidak perlu sungkan," jelasnya panjang lebar. "Kak Andra ...." "Jangan banyak hicara dulu. Kamu baru saja sadarkan diri. Istirahat lagi sebentar. Saya panggilkan dokter untuk memeriksamu. Kamu tunggu sebentar, ya. Saya mau keluar cari dokter," jelas Andra kembali. Naurin mengangguk. Lima menit kemudian, Andra datang bersama dokter dan langsung melakukan pemeriksaan. Pria itu menunggu di belakangnya sambil terus memperhatikan istri kesayangannya. "Bagaimana keadaan istri saya, Dokter?" tanya Andra usai dokter melakukan pemeriksaan. "Istri Anda sudah mulai membaik. Namun, masih harus dirawat beberapa hari untuk melakukan beberapa pemeriksaan. Mengenai lukanya, jika kondisi istri Anda sudah membaik, bisa dilakukan pengobatan lanjutan," jelas dokter. "Apa bisa pulih kembali?" tanyanya serius. "Insya Allah. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan istri Anda," jelas dokter kembali. "Lakukan yang terbaik untuk istri saya." "Baik, Tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu." "Baik. Terima kasih, Dokter." Andra kembali ke samping Naurin dan menggenggam sebelah tangan yang masih terbalut infus itu. Mengusap lembut kepala Naurin dan mencium puncak kepalanya. "Sayang, setelah kamu pulih, saya akan membawa kamu ke luar negeri untuk mengobati luka di tubuhmu. Kamu mau, bukan?" ucapnya lembut. "Tidak usah. Luka ini sudah terlalu lama, aku khawatir tidak akan sembuh. Hanya akan membuang uangmu saja," tolak Naurin pelan. "Saya tidak peduli, sekali pun uang saya habis. Asalkan kamu bisa sembuh." "Apa kamu malu mempunyai istri penuh dengan luka di tubuh?" "Bukan begitu, Sayang. Saya tidak pernah malu bagaimana pun keadaanmu. Saya ingin kami bisa hidup normal seperti yang lain. Mengubur semua masa lalu menyakitkan. Saya harap kamu mau berobat, ya. Apa pun hasilnya, setidaknya kita sudah berusaha. Saya tidak akan mempermasalahkan itu." "Kenapa harus keluar negeri? Banyak dokter ahli di sini. Mereka bisa mengobati ku juga." "Supaya kamu bisa cepat pulih. Sekaligus kita bulan madu. Saya akan mengajakmu, ke mana pun kamu mau. Sekali pun ke ujung dunia." "Tapi ...." "Saya mohon, Sayang." "Baiklah. Terserah kamu saja. Aku menurut." Setelah cukup lama berdebat, Naurin akhirnya setuju dengan saran Andra. Pria itu merasa senang dan lega, berhasil membujuk istrinya. Syukurlah. Akhirnya kamu mau menuruti permintaanku. Naurin, saya janji akan mencarikan dokter terbaik untuk membuatmu sembuh dan pulih. Saya juga akan membuat perhitungan dengan b******n itu. Dia harus mendapatkan ganjaran dari apa yang sudah dia lakukan padamu. Andra membatin, ia merasa lega karena Naurin mau mendengarkannya. Andra juga geram dengan laki-laki yang sudah membuat Naurin menderita selama bertahun-tahun. Meninggalkan luka dalam, bukan hanya fisik, tetapi juga mentalnya. *** Satu bulan kemudian, Naurin dan Andra kembali ke Indonesia, setelah menjalani pengobatan di luar negeri. Luka pada tubuh Naurin sudah sembuh, tinggal pemulihan sedikit lagi. Andra begitu menyayangi Naurin. Lelaki itu benar-benar mewujudkan perkataannya. Memanjakan Naurin, memenuhi janjinya, mengajak Naurin ke tempat-tempat mana pun yang wanita itu sukai. Raut wajah Naurin pun sudah kembali berseri. Kesedihan di dalam dirinya sudah mulai sirna. Kehadiran Andra dalam hidupnya kembali, telah membangkitkan jiwanya. Taman yang sempat gersang dalam hatinya, kini mulai berseri dihiasi dengan bunga-bunga cinta yang diberikan Andra untuknya. "Sayang, hari ini saya ada janji ketemu investor dari Jepang. Kamu diantar Zio pulang duluan, ya," ucapnya sambil menggenggam kedua tangan Naurin. "Tidak usah. Aku naik taksi saja. Kamu pergi sama Zio," tolaknya lembut. "Tapi, Sayang. Ini sudah mau senja. Sulit untuk dapat taksi. Atau begini saja. Zio antar kamu dulu, lalu antar saya," bujuk Andra. Naurin melepaskan genggaman tangan Andra dan menangkup kan wajah suaminya. Tersenyum kecil dan gemas. "Tidak usah khawatir. Aku bisa naik bus atau kereta jika tidak ada taksi. Kamu jalan saja. Jangan biarkan klien kamu menunggu. Aku janji, akan kabari kamu setelah sampai rumah," jelasnya meyakinkan Andra. "Janji." "Janji." "Baiklah. Saya akan mengantarkan kamu ke depan," ucap Andra. Nauron mengangguk. Mereka berpisah di depan lobi. Meski khawatir, tetapi Andra tidak mau memaksa Naurin, ia ingin memberikan kebebasan kepada istrinya, tidak ingin mengekang dan membuat Naurin sedih. ~~~ Naurin melangkah sedikit menjauh dari lobi agar lebih mudah mendapatkan taksi. Ketika sedang serius menunggu, tiba-tiba seseorang menghampirinya, membuat Naurin terkejut bukan kepalang. "Kita bertemu lagi, Sayang," ucapnya pelan. "Ka--kamu. Mau apa kamu di sini?" ucapnya sedikit gugup. "Tentu saja bertemu denganmu." "Sebaiknya kamu pergi dari sini!" usir Naurin. "Kenapa? Apa kamu takut kekasihmu tahu? Belum lama berpisah dariku, kamu sudah dapat yang baru. Cepat sekali kamu melupakan aku?" ucapnya menyindir. Naurin tersenyum kecut tanpa menatap ke arah laki-laki yang sudah memporak-porandakan hidupnya. "Kenapa tersenyum? Kamu merasa senang karena bisa bebas bersama pria liar mana pun setelah berpisah denganku. Pantas saja, kamu begitu cepat setuju menandatangani surat cerai, sudah tidak tahan ingin bersama pria liar di luar supaya bebas," sarkasnya. Naurin menoleh ke arah pria itu dan menatapnya nanar. Wajahnya tampak memerah menahan amarah. Namun, ia berusaha tetap tenang. "Apa pun yang aku lakukan itu urusanku. Kamu tidak berhak ikut campur. Iya, aku memang sangat senang berpisah denganmu. Aku bisa bebas dari iblis sepertimu! Dan kamu lihat, sekarang aku bahagia dicintai laki-laki hebat seperti dia!" tegasnya. "Satu lagi. Dia bukan pria liar. Dia pria kaya yang sangat menyayangiku. Dia bersih dan sangat menghargai wanita. Dia setia dan tidak suka gonta-ganti pasangan sepertimu. Bahkan aku saja merasa jijik denganmu. Aku merasa beruntung kamu menceraikan ku dan tidak menyentuhku sama sekali. Jika tidak, aku bisa tertular penyakit berbahaya!" lanjutnya. Tiap kalimat yang terucap dari mulut Naurin, meski pelan, tetapi cukup menohok dan membuat lelaki itu kesal dibuatnya. "Oh, sudah berani kamu menghinaku. Dulu kamu begitu penurut dan tidak pernah berkata kasar padaku. Sekarang, kamu berani melawanku!" kesalnya. "Memangnya kenapa? Dulu aku bodoh hingga begitu menurutmu. Sekarang, tidak lagi. Lagi pun kamu bukan siapa-siapa aku lagi. Kamu itu cuma MANTAN, SAMPAH YANG SEHARUSNYA DIBUANG KE TEMPAT SAMPAH!" ucap Naurin penuh penekanan di akhir kalimat. "Kamu ...." "Hentikan!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD