Bab 8 Memulai Kembali

1014 Words
Andra mengangkat kepala Naurin yang tertunduk, lalu ia menangkupkannya. Menatap lamat-lamat wajah cantik wanita itu. Mencari ketulusan di balik kedua bola matanya yang indah. "Naurin," panggilnya pelan. Andra terus menatap Naurin dan menangkupkannya wajahnya. Meski Naurin berusaha untuk melepaskan diri. "Jawab saya." "Saya ...." Andra dan keluarganya begitu baik padaku. Saya tidak bisa mengecewakan mereka lagi. Jika saya menolaknya, Andra pasti akan kecewa sekali padaku dan saya tidak ingin menyakitinya lagi. Namun, saya juga sudah banyak menyakiti dirinya juga keluarganya. Akan tetapi, Andra begitu tulus padaku. Kedua mata indah ini, tidak bisa berbohong, masih begitu teduh dan nyaman. Saya bisa merasakan ketulusannya. Ya Tuhan, apa yang harus saya katakan padanya? Naurin membatin, ia menelan dengan susah payah ludahnya. Jantung Naurin terus berdetak hebat, ia tak kuasa menahan tatapan dan gejolak yang berkecamuk di dalam dadanya. Kedua mata Andra terus meminta penuh harap. Naurin semakin bingung dibuatnya. Ingin menghindar, tetapi tidak bisa, Andra terus mencekalnya. "Na ...." "Sa--saya akan mencobanya," putusnya dengan gugup. "Maksudmu?" "Sa--saya akan mencoba menjalin kembali hubungan dengan Anda," ucapnya pelan. "Benarkah?" Naurin mengangguk pelan dan yakin. Andra tersenyum lega dan melepaskan tangkupannya. Kemudian, ia memeluk erat tubuh Naurin. "Terima kasih sudah memberi saya kesempatan. Saya berjanji tidak akan membiarkanmu sedih lagi dan tidak akan melepaskanmu selamanya," ucapnya. Andra mempererat pelukannya, ia merasakan kehangatan dan kenyamanan itu lagi. Kemudian, ia melepaskan pelukan dan kembali menangkupkan wajah Naurin. Menatap lagi kedua mata Naurin, mencari ketulusan itu. Naurin membalasnya. Hatinya damai dan detak jantungnya pun sudah mulai stabil. Wanita itu tersenyum, membuat Andra bergetar. Senyuman yang lama telah hilang kini kembali terbit. "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," ucap Andra lembut. Pria itu menarik pelan wajah Naurin dan mencium bibirnya lembut. Naurin membalasnya. Sesaat, mereka larut dalam buaian. Masih tetap lembut, sama seperti pertama kali dia menciunku. Andra, ciuman ini masih milikmu. Saya juga masih seutuhnya milikmu. Saya berharap, kamu selalu menjadi orang yang tepat dalam hidupku. Semoga denganmu, saya selalu bisa merasa bahagia dan dicintai. Lagi, Naurin membatin tanpa melepaskan ciuman Andra. Merasakan kemesraan dan kehangatan yang dalam dari diri lelaki itu. Setelah cukup lama bibir mereka saling berpagut, Andra melepaakan pelukannya. Mengusap lembut sisa air liur yang ada di bibir Naurin dengan ibu jarinya dan kembali menatap wanita itu. "Mulai sekarang, ganti panggilanmu kepadaku, My little star," ucapnya pelan. "My bright sun," balas Naurin. Andra tersenyum, merasa sangat senang dengan panggilan yang lama ia rindukan itu. Mencium mesra puncak kepala Naurin. "Sudah larut, saya antar kamu pulang," ucapnya sambil mengemudi. ~~~ Dua jam berlalu, Naurin tiba di apartemennya bersama Andra. Mereka berdiri di depan pintu sman saling menatap. "Masuklah. Besok, saya akan menjemputmu. Kita ke kantor bersama," pintanya. "Emm, sebaiknya--kita rahasiakan hubungan ini dulu. Saya tidak ingin ada rumor kurang enak jika harus mengumumkan sekarang. Saya karyawan Anda di kantor. Saya tidak ingin ada rumor, jika saya berusaha mendekati Anda untuk panjat sosial," alasan Naurin. "Saya mengerti perasaanmu. Terserah kamu saja, asa itu bisa membuatmu nyaman. Cepat atau lambat, mereka akan tahu hubungan kita. Satu hal lagi yang saya pinta darimu." "Apa?" "Jangan memanggilku dengan formal saat kita di luar kantor. Kamu boleh panggil saya formal ketika di kantor saja. Paham!" ucap Andra dengan sedikit penekanan. "Umm." Terima kasih, Sayang. Sekarang, masuk dan istirahatlah. Kamu pasti lelah seharian pergi denganku," pintanya lembut. Naurin mengangguk tanpa banyak bicara dan melangkah masuk. "Sayang," panggil Andra pelan. Naurin menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Andra. Pria itu mendekat dan meraih wajah Naurin, mencium mesra puncak kepalanya. "Selamat malam, Sayang." "Selamat malam." Mereka pun berpisah, kembali ke tempat masing-masing untuk beristirahat, melepas penat yang menghimpit d**a. *** Hari berganti waktu pun berlalu. Hubungan Naurin dan Andra semakin mesra. Andra selalu menunjukkan ketulusan dan cintanya yang luar biasa kepada Naurin. Selalu meratukannya dan melindungi, serta menjaganya. Wajah murung Naurin yang selalu tampak, kini sudah kembali ceria kembali. Andra selalu memanjakan Naurin dan berusaha membahagiakan wnaita yang sangat disayanginya sejak tiga tahun lalu, sebelum akhirnya mereka berpisah dan bertemu kembali. ~~~ Naurin melangkah menuju kantor, usai ke kafe. Wanita itu tidak bersama dengan Andra karena pria tersebut sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Wanita itu terkejut ketika ada seseorang yang tiba-tiba menarik cepat sebelah tangannya dan membawanya ke taman tidak jauh dari tempat Naurin berjalan. Kedua matanga membulat sempurna, ketika tahu siapa yang sudah membawanya, ia mentap orang itu tajam penuh amarah. "Kamu." "Iya, ini aku. Kita bertemu lagi, Sayang," ucapnya dingin. Menatap Naurin tajam. Wanita itu tersenyum kecut, merasa lucu dengan ucapan terakhir orang ifu. "Kenapa tertawa?" "Sayang? Sejak kapan kamu memanggilku begitu? Apa masih pantas?" tanyanya dingin. "Naurin, kembali lah padaku. Kita mulai semuanya dari awal," pintanya. Orang itu berusaha meraih tangan Naurin. Namun, dengan cepat wanita itu menepisnya. "Kembali padamu? Setelah apa yang kamu lakukan padaku, lantas kamu meminta saya kembali padamu? Mimpi!" ucapnya ketus. "Aku tahu aku salah. Izinkan aku. Perbaiki kesalahanku. Aku janji, akan menyayangi dan tidak akan sia-siakanmu lagi." "Kamu pikir saya percaya? Sekalipun kamu sudah berubah, saya tidak akan pernah kembali padamu. Saya tidak akan memilih jalan yang salah lagi. Kembali padamu, sama saja saya menjatuhkan diri ke dalam neraka!" Ucapan Naurin yang meski pelan, tetapi cukup menohok dan membuat laki-laki itu semakin sedih dan sakit. "Naurin." "Kita sudah berpisah. Tiga tahun menjalani pernikahan denganmu, sudah banyak mengajarkanku dan membuatku sadar tentang siapa kamu sebenarnya. Jangan mengusik hidupku lagi. Kamu hanya masa lalu menyakitkan yang sudah saya kubur sangat dalam. Mulai hari ini kita tidak saling mengenal lagi!" Naurin mendorong cukup kuat tubuh pria itu hingga hampir tumbang dan pergi meninggalkannya yang masih termangu menatap ke arah punggung Naurin yang semakin menjauh dari pandangan. "Kamu pantas membenciku, Naurin. Aku sudah begitu menyakitimu sedemikian rupa. Menghancurkanmu sehancur-hancurnya hingga meme bekas di telinga hati terdalammu. Maafkan aku, Naurin. Maafkan aku sudah banyak membuatmu menderita. Aku menyesal." Pria itu jatuh tersungkur. Kedua tangannya mengepal ke tanah uang ditumbuhi rerumputan. Kedua natsnya memerah menahan bulir lembut yang hendak menetes. Penyesalan itu kembali datang. ~~~ Naurin masuk ke ruangannya dengan gontai. Menjatuhkan tubuh bagian bawahnya dengan malas dan menyandarkan kepalanya di meja. Seseorang mendekat ke arahnya dan berdiri di hadapan wanita itu. "Naurin. Kamu kenapa?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD