12

2285 Words

"Reya, ada temen kamu di luar." Reya menoleh ke arah pintu kamarnya dimana sudah ada Ibunya yang berdiri di ambang pintu. "Iya, Ma." Balas Reya sambil memasukkan bukunya ke dalam tas. Reya berjalan keluar kamar seraya menenteng tas nya. Saat sudah berada di pintu utama Reya membukanya dan langsung membeku ditempat. "Kak Nevan." Gumam Reya dengan mata lurus menatap ke arah laki-laki yang sedang duduk di atas motor besar. "Biasanya Kevin yang jemput, kok sekarang Nevan?" Reya menoleh ke samping, "Mama tau nama dia?" Marisa mengangguk. "Tadi Mama udah sempet kenalan bahkan ngobrol sama dia, anaknya baik, sopan lagi." Kata Marisa sambil tersenyum dan pergi ke dapur. "Baik sopan apanya." Gumam Reya entah mengapa langsung kesal setelah mendengar ucapan Ibunya yang terdengar seperti teng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD