11

1905 Words

Nevan menatap Ogik yang baru saja menjentikkan jarinya. "Gue tau gimana caranya." Kata Ogik dengan seringaian. Nevan menaikkan sebelah alisnya. "Awas ya kalo gak mutu." Kata Nevan. Ogik mengacungkan jempolnya. Nevan menjauh dari Ogik ketika teman sebangkunya itu mendekatinya. "Jan jauh-jauh elah." Ogik menarik Nevan merangkul bahu laki-laki itu dan mulai membisikkan sesuatu. "Di sini bukan tempatnya untuk mesra-mesraan." Nevan dan Ogik kompak menatap Bu Dila. "Siapa yang mesra-mesraan buk? Ibu bisa bedain gak orang lagi bisik-bisik sama orang lagi mesra-mesraan?" Tanya Ogik. "Ngapain kalian bisik-bisik di situ? Ini lagi jam belajar, jangan mencari masalah ya." "Kita mah gak pernah nyari masalah buk, gak pernah ada masalah juga. Kalo pun ada itu karena ibu sama guru-guru yang lai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD