"Ya ampun Nevan, kamu abis berantem apa gimana ini? Muka kamu kenapa babak belur gini astaga." Pekik ibu Nevan ketika melihat anak laki-laki pulang ke rumah dengan wajah yang lebam. Nevan memegang tangan Rara yang hendak menyentuh luka lebam nya yang ada di dekat pelipis nya. "Astaga Nevan, muka kamu." Nevan menatap Fany yang baru saja turun dari tangga. Nevan beralih menatap Ayahnya yang ternyata berada di rumah sedang duduk di sofa ruang tamu sambil memegang pulpen dan kertas. Nevan beralih menatap Ibunya saat mendapatkan tatapan penuh peringatan dari Ayahnya. "Jangan dipegang-pegang terus luka nya, ntar infeksi. Kakak obatin dulu, ya." "Gak usah." Fany dan Rara sama-sama menatap Ardhan. "Pah, tapi luka nya Nevan..." "Gak usah." Ulang Ardhan dengan tegas. "Nevan, duduk." Ujar

