15

1842 Words

Reya duduk dengan gelisah di bangku sambil sesekali memperhatikan pintu yang masih tertutup selama dua jam lamanya. Kepala Reya mendongak ketika ada yang mengulurkan sebotol air mineral padanya. "Makasih, kak." Kata Reya menerima air mineral tersebut dan meminumnya. "Gue udah nelfon bokap nyokap Nevan, bentar lagi mereka ke sini." Kata Akbar. Reya mengangguk lemah. "Kenapa?" Akbar menatap Reya dengan menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa kalian tawuran?" Tanya Reya. Akbar menyadarkan tubuhnya di dinding seraya melipat kedua tangan di depan d**a. "Gue gak tau kenapa, tiba-tiba aja mereka dateng terus nyerang." Jawab Akbar jujur. Reya menundukkan kepala memainkan tutup botol air mineralnya. "Kak Nevan kayak gini gara-gara aku?" "Batu itu sengaja dilempar ke arah Nevan, Nevan gak mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD