11. SHE

1188 Words
"Kalau begitu Charity, silahkan duduk di bangku yang kosong." kata mr Josh.  "Mr Josh, penglihatanku kurang jelas jika aku duduk di bangku belakang, dan aku juga sangat tertinggal dalam pelajaran. Bisakah aku duduk di bangku itu? aku dengar perempuan disebelahnya adalah Minerva. Yang katanya adalah anak yang paling pintar." Charity menunjuk meja di sebelah kiri Minerva, sedangkan Cassa duduk di sebelah kanan Minerva.  Mr Josh terlihat berpikir sejenak, "Minerva memang sangat terkenal, baiklah, Rose apa kamu tidak keberatan pindah ke kursi lain?" tanya Mr Josh.  Minerva melirik kearah Rose yang duduk di sebelahnya, perempuan itu terlihat sedikit keberatan dengan permintaan mr Josh, tapi dia tetap pindah dari tempatnya, "Tentu mr Josh." katanya lalu menghela nafas pelan.  Tidak lama setelah Rose merapikan barang-barang dan pindah ke kursi belakang, Charity duduk di kursi itu. Charity duduk dan mengeluarkan barang-barangnya. "Baiklah jika kalian ingin berkenalan, berkenalan lah saat jam istirahat nanti, untuk sekarang kita akan kembali belajar." Kata mr Josh dan anak-anak bersorak kecewa. Mr josh Josh tertawa dan kembali bicara entah apa yang sedang dibicarakan mr Josh, Minerva tidak memerhatikan karena Charity yang terus tengah melihatnya memanggil dirinya, "Hei, kamu Minerva, bukan?" tanya Charity seraya tersenyum sangat lebar memperlihatkan sederet giginya yang putih.  "Ya, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Charity tertawa pelan, kepalanya menggeleng sedangkan tangannya melambai sekali. "Omong kosong." Charity membungkam mulutnya lalu buru-buru membenarkan ucapannya, "Eh-- maksudku tidak. Kita belum pernah bertemu sebelumnya, hanya saja aku telah mendengar beberapa hal tentang dirimu. Kamu sangat terkenal." Minerva tertawa pelan, dia tidak benar-benar tertawa, dia hanya ingin menjawab Charity dengan ramah dan karena tertarik untuk berteman dengannya. "Aku tidak begitu terkenal seperti yang kamu katakan, tapi setidaknya aku berharap aku terkenal karena hal yang baik."  Charity tersenyum lebar terlihat lebih bersemangat daripada sebelumnya, "Tentu saja! Semua orang sangat senang mendengar tentang dirimu!" katanya. dan Minerva hanya tertawa. Minerva tidak tahu harus menjawab seperti apa, lagi-lagi dia merasa aneh. Minerva tidak tahu apakah ini hanya perasaannya saja atau mereka benar-benar aneh. Emma, Cassa, Noah, Benjamin, Lyra dan sekarang Charity. Mereka menggunakan kata-kata yang aneh dan ambigu. "Baik murid-murid, sekarang saya akan menerangkan materi tentang...." Ucap mr Josh, kelas pun menjadi sunyi dengan semua murid yang memperhatikan materi mr josh.  Saat jam pelajaran telah selesai dan bel istirahat di bunyikan sebagian besar anak-anak kelas langsung mendatangi meja Charity, Minerva hanya melihat kerumunan itu dengan malas, dia sangat familiar dengan situasi itu.  "Minerva, ingin ke kantin bersama?" tanya Cassa menghampiri meja Minerva. Minerva menatap Cassa sejenak sebelum akhirnya kepalanya mengangguk setuju.  Minerva bangun dari duduknya lalu berjalan menuju pintu, "Tunggu!" Sebuah suara yang nyaris berteriak menghentikan langkah kakinya. Minerva dan Cassa menoleh ke asal suara itu yang tidak lain adalah Charity. Semua orang yang mengerumuni Charity dan Charity sendiri menatap Minerva. Lalu mereka kembali melihat kearah Charity yang masih melihat Minerva, dengan terburu-buru Charity bangkit dari duduknya.  "Apa aku boleh ikut ke kantin bersama mu, Minerva?" tanya Charity. Minerva mengernyit bingung dengan permintaan Charity yang tiba-tiba. Untuk sesaat tatapan Minerva terkunci pada Charity lalu melirik kearah kerumunan orang-orang disekitar Charity. Perempuan itu memiliki lebih dari cukup teman yang bisa menemaninya ke kantin, kenapa perempuan itu justru memilih dirinya yang bahkan tidak mendekatinya.  Minerva menghembuskan napas pelan, "Baiklah, terserah dirimu." jawab Minerva sambil berbalik dan kembali berjalan keluar. Charity tersenyum lebar, ia bahkan tidak bisa menyembunyikan betapa senangnya dia mendengar Minerva memperbolehkannya ikut bersama dengannya.  Charity berjalan cepat membuntuti Minerva di belakangnya, sedangkan Cassa yang berdiri di samping Minerva terlihat tidak puas saat mendengar Minerva membiarkan Charity ikut.  "Wah... sepertinya kita benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk berteman dengan anak baru itu." "Ya, kau benar." "Dia bersama Minerva sekarang." "Ya, aku sangat iri. Dia langsung mendekat pada Minerva begitu masuk kelas." "Wah, bukankah itu curang?" "Kau benar juga, kita sudah mencoba mendekati Minerva sejak tahun pertama."  "Yah, awalnya aku pikir setidaknya aku bisa berteman dengan anak baru itu." "Aku juga berpikir begitu, anak baru itu terlihat sangat menarik." "Anak populer bermain dengan anak populer lainnya, sepertinya mereka akan menarik banyak perhatian." Charity berdecak mendengar suara anak-anak yang sedang membicarakannya dan Minerva, telinganya muak mendengar gosip mereka tentangnya yang tidak ada habis-habisnya, ia berpikir kapan mereka akan berhenti bicara? sepertinya bergosip lebih penting daripada mengisi perut bagi mereka.  Charity memutar kedua bola matanya malas, lalu kembali melihat kedepan, punggung Minerva. Suasana hati Charity yang awalnya buruk berubah menjadi baik kembali. Charity tidak heran kenapa mereka semua selalu membicarakan Minerva dan mati-matian ingin berteman dengan gadis itu, mungkin Minerva tidak tahu tapi gadis itu memiliki daya tarik tersendiri yang membuat orang-orang senang hanya dengan melihatnya.  Charity baru sadar dari lamunannya saat Minerva berhenti berjalan, mereka sudah sampai di kantin dan berhenti disebuah meja, "Charity?" sebuah suara memanggil namanya. Charity terkejut, lalu penciumannya mencium aroma familiar, aroma khas anggota kelompoknya, yaitu aroma hutan hujan. Kepalanya mengintip ke meja di depannya yang baru ia sadari telah di tempati beberapa orang dan dia mengenal mereka. "Emma? apa yang kamu lakukan disini?"  Emma mengernyit, "Ini sekolah ku, harusnya aku yang bertanya padamu. Sedang apa kau disini? Bukankah kau bilang Alpha memberimu perintah untuk---"  "Aku sedang menjalankan perintah Alpha." Jawab Charity dengan tegas dan jelas bahkan sebelum Emma menyelesaikan kalimatnya.  Mendengar Jawaban Charity, Emma maupun yang lainnya yang berada disana -Lyra, Benjamin dan Noah- terdiam seakan sedang berpikir begitu keras. Lalu mereka menyadari sesuatu, berbarengan mereka melihat kearah Cassa dan kemudian pada Minerva, mereka terpaku cukup lama melihat kearah Minerva, lalu raut wajah mereka yang terkejut berubah seketika.  "Minerva?" Gumam Benjamin, mendengar gumaman Benjamin, kepala mereka kembali menoleh pada Charity seakan ingin memastikan sesuatu dan Charity mengangguk samar. Minerva yang melihat kelakuan mereka yang sangat aneh hanya memperhatikan gerak-gerik mereka dalam diam, apalagi mengetahui jika Charity dan mereka saling mengenal membuat Minerva  tidak heran mengapa Charity sama bertingkah aneh sebelumnya sama seperti yang mereka lakukan sekarang.  Tanpa sadar Minerva menyentuh wajahnya, "Apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Minerva. Mereka serentak menoleh lalu menundukkan kepala mereka dalam, itu sesuatu yang aneh dan tidak biasa orang lakukan, 'kenapa mereka menunduk?' tingkah mereka semakin aneh lagi dari sebelumnya. "Te-tentu saja tidak. Kamu.. kamu sangat cantik." jawab Emma. Seketika kembali hening, mereka masih sama dalam posisi kepala mereka yang menunduk, Cassa bahkan juga dibuat bingung dengan kelakuan mereka yang sangat aneh dan berubah tiba-tiba. Keheningan yang lama membuat mereka gugup. Namun suara tawa yang terdengar dari mulut Minerva membuat kepala mereka kembali mendongak. Melihat wajah Minerva yang tertawa dengan sedikit air mata di sudut matanya membuat hati mereka menjadi lega.  Minerva tidak tahu kenapa dirinya tertawa, satu hal yang ia tahu, dia merasa sangat aneh dan geli sampai tidak bisa menahan dirinya mendengar ucapan Emma yang terlihat gugup dengan suaranya yang gemetar. Padahal Minerva tahu, Emma bukanlah tipe gadis yang seperti itu, ia tidak tahu kenapa Emma bersikap seakan takut atau apapun itu, tapi sebelumnya gadis itu sangat dingin dan datar sampai suara yang keluar dari mulutnya selalu tidak bernada.  Dan saat melihat mereka berempat bertingkah laku seperti seekor anjing yang kehujanan membuat Minerva merasa gemas dan ingin menggoda mereka, mereka sangat "Menggemaskan sekali." gumam Minerva sangat pelan namun Charity maupun Emma, Benjamin, Noah dan Lyra masih bisa mendengar dengan sangat jelas.  To Be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD