"Kamu ini, Dav. Lama sekali menjemput Oma. Untung aja Pak polisinya pada cakep-cakep, makanya Oma agak betah di sana tadi." Olivia duduk di sebelah sopir, menutup bibirnya dengan kepalan tangan sambil menyandarkan kepalanya pada kaca jendela mobil yang terus melaju. Sementara telinganya terpasang dengan sempurna untuk mendengar pembicaraan cucu dan Oma di belakangnya. Ternyata Omanya Davin sangat gaul sehingga tahu beberapa bahasa gaul yang membuat Olivia merasa agak minder. Terlebih lagi ketika Oma membahas soal pria tampan, membuat Olivia sangat yakin jika dunia memang semakin tua, tapi tidak dengan orang-orangnya. Sudah tua tapi tidak sadar diri, itu yang dipikirkan oleh Olivia. "Oma mendingin mikirin gimana caranya supaya mobil aku bisa balik lagi kayak di awal. Aku nggak mau

