Mak Comblang

1576 Words

Selesai dengan pesanan Devan dan Melani, pedagang nasi goreng beralih pada Sisil dan Rendra, untuk menanyakan nasi goreng apa yang akan mereka pesan. "Nasi goreng ati ampleaknya satu!" secara serentak Sisil dan Rendra memesan makanan yang sama. Membuat suasana hening dan Sisil tercenung saling bersitatap dengan Rendra. "Tidak! Nasi goreng spesial saja!" Bermaksud meralat, lagi-lagi Sisil dan Rendra terjebak dalam makanan yang mereka pesan. Dari pada tidak ada habis-habisnya, Devan menengahi mereka."Sudah! Jangan di rubah lagi. Nasi goreng spesial saja. Selera kalian ternyata sama ya!" Ia terkekeh. Rendra melirik pada Sisil, gadis itu pandangannya tertunduk. Sisil tidak menanggapi bagaimana ocehan Davin Melani juga tidak menyangka dengan dua orang itu. Selera mereka sama persis. Ia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD