Malam semakin larut. Rendra dan Davin mengantarkan Sisil dan Melani ke kontrakan. Setelah mengantarkan gadis-gadis itu mereka pun pulang. Sisil memilih nginap di kontrakan Melani. Ia tidak ingin malam ini pulang ke rumah sang paman. Ia takut, paman Jono akan melakukan perbuatan yang tidak diinginkan. Bisa saja, lelaki itu menyelinap masuk ke kamarnya. Dia tidak akan mungkin bisa melawan tenaga lelaki itu. Bukan hanya sekali, ini sudah untuk ke dua kalinya lelaki itu bisa vulgar padanya. Seharusnya dia malu untuk mengatakan hal itu. Apa lagi ia keponakan kandungnya, anak kakaknya sendiri. Masa kecil paman Jono, Ibu Melisa yang merawatnya di rumah. Selagi sang nenek dan kakek bekerja di sawah. Sisil ibarat sudah seperti anak bagi paman Jono yang harus ia lindungi. Ia sebagai pengganti sos

